⌂ Beranda News OpenAI Perlambat Pengembangan Astra Akibat Kemampuan Siber yang Kuat

OpenAI Perlambat Pengembangan Astra Akibat Kemampuan Siber yang Kuat

OpenAI Perlambat Pengembangan Astra Akibat Kemampuan Siber yang Kuat
Ilustrasi: OpenAI Perlambat Pengembangan Astra Akibat Kemampuan Siber yang Kuat
A A Ukuran Teks16px

OpenAI mengambil langkah untuk mengerem sebagian pengembangan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Astra.

Keputusan ini diambil setelah pengujian menunjukkan kemampuan coding dan keamanan siber model tersebut berkembang sangat pesat.

>>> Zeph Thomas: Kisah Pesepakbola dengan 39 Klub dalam 18 Tahun

Menurut Reuters, Sabtu (8/8/2026), hasil evaluasi terbaru membuat OpenAI tidak bisa mengesampingkan kemungkinan Astra telah mencapai level "Critical" dalam kemampuan cybersecurity berdasarkan Preparedness Framework perusahaan.

Level Critical menggambarkan model AI dengan kemampuan siber sangat tinggi.

Dalam skenario terburuk, AI pada tingkatan ini berpotensi menemukan dan mengeksploitasi kerentanan software serius, termasuk zero-day, atau menjalankan serangan kompleks terhadap sistem yang telah diperkuat dengan campur tangan manusia minimal.

Namun, OpenAI menegaskan bahwa Astra belum terbukti memiliki seluruh kemampuan tersebut. Hasil evaluasi sejauh ini baru membuat kemungkinan Astra mencapai level Critical tidak dapat dikesampingkan.

Karena potensi risiko yang ada, OpenAI menghentikan sementara sejumlah aktivitas internal terkait Astra dan mulai menerapkan protokol keamanan yang lebih ketat.

>>> Jadwal Chelsea vs AC Milan di Jakarta Hari Ini, Siaran Langsung TVRI

Pengamanan Astra Diperketat

Pengembangan Astra tidak dihentikan sepenuhnya, namun OpenAI akan melanjutkan pekerjaan dengan kontrol keamanan yang lebih kuat untuk mengurangi risiko model disalahgunakan.

Langkah ini diambil seiring dengan pesatnya perkembangan agentic AI. Berbeda dari chatbot biasa, AI agent dapat menjalankan serangkaian tindakan secara mandiri untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Kemampuan ini sangat berguna dalam cybersecurity, misalnya membantu menemukan celah dan memperbaiki software. Namun, teknologi yang sama juga berpotensi dimanfaatkan untuk mencari kerentanan dan melakukan serangan.

Sebelumnya, OpenAI juga telah meningkatkan kemampuan cybersecurity pada GPT-5.6. Model tersebut sempat mendapat perhatian pemerintah Amerika Serikat sebelum dirilis lebih luas pada Juli 2026.

Astra disebut memiliki kemampuan yang lebih maju dari GPT-5.6, meskipun OpenAI belum mengumumkan kapan model ini akan diluncurkan atau tersedia untuk pengguna.

>>> Timnas Indonesia Tersingkir, Keputusan Wasit vs Singapura Picu Kemarahan Warganet

Keputusan memperlambat sebagian pengembangan Astra merupakan tindakan pencegahan setelah hasil pengujian menunjukkan kemampuan cybersecurity Astra mungkin telah mencapai tingkat yang membutuhkan pengamanan jauh lebih ketat, bukan karena model tersebut sudah melakukan serangan siber di dunia nyata.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM