Tim Nasional Indonesia kembali menelan pil pahit setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada Jumat (7/8/2026) memastikan langkah Skuad Garuda terhenti di fase grup.
>>> Panduan Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
Indonesia sejatinya membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos. Meski sempat unggul melalui gol Ragnar Oratmangoen di awal babak kedua, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.
Koordinasi lini belakang yang buruk dimanfaatkan oleh Singapura untuk menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-66.
Hingga akhir laga, Indonesia tidak mampu menambah gol, sehingga tambahan satu poin tidak cukup untuk membawa mereka ke semifinal.
Sejarah Kegagalan di Piala AFF
Kegagalan menjuarai Piala AFF bukanlah hal baru bagi Indonesia. Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996, Indonesia baru sebatas enam kali menjadi runner-up.
Predikat spesialis runner-up ini bahkan menjadi bahan olok-olokan dari pecinta sepak bola negara tetangga. Hingga kini, Indonesia masih mencatatkan nol trofi di Piala AFF.
Bahkan sebelum laga krusial melawan Singapura, netizen Singapura telah membuat infografis yang membandingkan jumlah trofi negara-negara ASEAN di Piala AFF.
Indonesia tertinggal jauh dari Thailand (7 trofi), Singapura (4 trofi), Vietnam (3 trofi), dan Malaysia (1 trofi).
Euforia dan Fenomena Anemoia
Asa Indonesia untuk meraih prestasi internasional sebenarnya mulai tumbuh sejak 2021. Timnas yang mengandalkan pemain muda di bawah asuhan Shin Tae-yong berhasil menembus final Piala AFF 2020.
Pencapaian berlanjut dengan lolos ke Piala Asia 2023 dan untuk pertama kalinya berhasil melewati fase grup.
Di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia mencetak sejarah dengan menjadi negara ASEAN pertama yang menjejak babak keempat.
Perkembangan ini didukung oleh kehadiran banyak pemain diaspora berkualitas seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Kevin Diks, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, Sandy Walsh, Nathan Tjoe-a-on, dan Calvin Verdonk.
