⌂ Beranda News Modernisasi Workflow dengan AI Bisa Tingkatkan Laba Jutaan Dolar

Modernisasi Workflow dengan AI Bisa Tingkatkan Laba Jutaan Dolar

Modernisasi Workflow dengan AI Bisa Tingkatkan Laba Jutaan Dolar
Ilustrasi: Modernisasi Workflow dengan AI Bisa Tingkatkan Laba Jutaan Dolar
A A Ukuran Teks16px

Modernisasi alur kerja (workflow) melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan data terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendongkrak profitabilitas perusahaan secara signifikan.

Riset global yang melibatkan 1.000 pimpinan senior dari berbagai negara ini menyoroti potensi keuntungan finansial yang masif, terutama bagi perusahaan di sektor manufaktur, transportasi dan logistik (T&L), serta retail.

>>> Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama Start dari Posisi ke-16

Potensi Lonjakan Laba Jutaan Dolar

Di sektor manufaktur, optimalisasi workflow manajemen rantai pasok dan inventaris dapat menghasilkan kenaikan laba hingga USD 6,6 juta.

Sementara itu, modernisasi workflow maintenance berpotensi meningkatkan laba USD 6,2 juta, dan pengembangan lini produksi menyumbang nilai tambah USD 3,5 juta.

Sebanyak 56% perusahaan manufaktur melaporkan lonjakan produktivitas setelah memodernisasi lini produksi mereka.

Industri retail juga merasakan tren positif. Modernisasi sistem point of sale membuka potensi peningkatan laba hingga USD 4 juta.

Di sektor T&L, peningkatan workflow shipping and loading berpotensi menghasilkan kenaikan laba sebesar USD 2,8 juta.

Lebih lanjut, 54% responden di sektor T&L menyatakan adanya peningkatan kecepatan operasional berkat sistem picking and packing yang lebih modern.

Akselerasi Adopsi AI di Lapangan

Adopsi AI kini menjadi kebutuhan operasional. Di sektor manufaktur, 50% pemimpin perusahaan memprioritaskan AI untuk pengembangan lini produksi.

>>> Chelsea Bantai AC Milan 3-0 dalam Laga Pramusim di Jakarta

Minat terhadap AI untuk workflow shipping and loading di sektor T&L bahkan meningkat tiga kali lipat.

Chief Technology Officer Zebra Technologies, Tom Bianculli, menjelaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan langsung ke dalam workflow sehari-hari mampu mengubah insight menjadi tindakan terukur.

Menurutnya, operasional cerdas menyederhanakan kompleksitas, meningkatkan produktivitas pekerja frontline, serta memperkuat engagement mereka terhadap perusahaan.

Temuan global ini sejalan dengan transformasi di Indonesia.

Country Manager Indonesia Zebra Technologies, Eric Ananda, mengutip riset PwC yang menunjukkan 96% pengguna generative AI harian di Indonesia merasakan peningkatan produktivitas.

Eric menekankan bahwa tantangan di Indonesia adalah memastikan tim frontline dibekali data terpercaya, visibilitas real-time, dan otomatisasi yang terhubung.

>>> Show Token Ekspansi ke Indodax, Integrasi Web3 dan Industri Film

Modernisasi workflow ini dinilai efektif mengurai bottleneck dalam rantai distribusi dan menciptakan nilai bisnis serta daya saing yang terukur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM