⌂ Beranda News Bos AI Google Tinggalkan Perusahaan Usai 27 Tahun Bekerja, Ada Apa?

Bos AI Google Tinggalkan Perusahaan Usai 27 Tahun Bekerja, Ada Apa?

Bos AI Google Tinggalkan Perusahaan Usai 27 Tahun Bekerja, Ada Apa?
Ilustrasi: Bos AI Google Tinggalkan Perusahaan Usai 27 Tahun Bekerja, Ada Apa?
A A Ukuran Teks16px

Google mengumumkan perombakan jajaran pimpinan bidang kecerdasan buatan (AI) setelah kepala ilmuwannya, Jeff Dean, memutuskan hengkang setelah hampir tiga dekade bekerja.

Kepergian Dean menambah daftar panjang tokoh penting yang meninggalkan raksasa teknologi tersebut di tengah persaingan ketat AI.

>>> FIFA Tuding Ada Upaya Terencana Gulingkan Infantino

Perombakan di Puncak Kepemimpinan AI Google

CEO Google Sundar Pichai mengumumkan perubahan posisi terkait AI melalui platform X.

Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, akan menjabat sebagai ketua dan kepala ilmuwan perusahaan.

Sementara itu, kepala teknologi Google DeepMind, Koray Kavukcuoglu, akan memimpin pengembangan model Gemini 4 terbaru.

Hassabis tetap memimpin Isomorphic Labs, startup penemuan obat berbasis AI yang merupakan spin-off dari Google.

Hassabis adalah salah satu pendiri DeepMind yang diakuisisi Google pada 2014 dan telah memimpin divisi AI Alphabet selama beberapa tahun terakhir.

Jeff Dean Mendirikan Startup AI Baru

Pichai mengungkapkan bahwa setelah 27 tahun berkarya, Jeff Dean ingin mencoba hal baru.

Dean bersama Sanjay Ghemawat, Google Senior Fellow, mendirikan perusahaan independen yang berfokus pada percepatan penemuan di bidang machine learning, sains, dan rekayasa.

Startup baru tersebut diberi nama Discovery Loop, yang bertujuan mengotomatisasi penemuan ilmiah.

>>> Hasil Uji Coba: Chelsea Ditahan Imbang JDT 3-3

Dean berpendapat proses manual saat ini lambat dan memakan banyak tenaga kerja, namun dapat dibuat lebih efisien dengan AI.

Sejumlah peneliti senior Google seperti Oriol Vinyals, Quoc Le, dan Sanjay Ghemawat turut bergabung dalam usaha baru ini.

Tujuan mereka adalah meningkatkan skala otomatisasi penemuan untuk mendukung kemajuan penemuan obat dan mengatasi tantangan global seperti energi bersih.

Startup ini mendapat investasi dari Google, serta putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh Radical Ventures dan Khosla Ventures.

Gelombang Kepergian Tokoh Penting Google

Kepergian Dean terjadi saat Google berupaya meyakinkan investor bahwa investasi besar di bidang AI akan membuahkan hasil.

Model ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic masih memimpin sebagai chatbot teratas.

Sejumlah pentolan dan pakar Google memilih pindah ke perusahaan lain, bahkan ke pesaing.

Noam Shazeer, ilmuwan komputer senior, baru-baru ini bergabung dengan OpenAI.

>>> iPhone 17 Bantu Apple Kuasai 65% Pasar HP Premium Global

John Jumper, peraih Nobel atas karyanya pada model AI AlphaFold, pindah ke Anthropic.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM