Elon Musk kembali mengejutkan publik dengan mendirikan bisnis baru yang berfokus pada produksi chip.
Pabrik yang diberi nama Terafab ini diproyeksikan menelan investasi hingga USD 16,8 miliar atau lebih dari Rp 300 triliun.
>>> Jadwal Liga Top Eropa 2026/2027: LaLiga Mulai 15 Agustus, Bundesliga Terakhir
Fasilitas canggih ini akan dibangun di luar College Station, Texas, dan menjadi rumah bagi produksi chip untuk kendaraan otonom, robot humanoid, serta pusat data berbasis antariksa.
Musk menyatakan bahwa Terafab akan membawa teknologi manufaktur mutakhir ke Amerika Serikat.
Pabrik ini diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja bergaji tinggi di Texas dan memungkinkan produksi chip AI dalam skala besar.
Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi pesat SpaceX di Texas, yang sebelumnya telah meluncurkan roket, menguji mesin, dan memproduksi komponen satelit di berbagai lokasi di negara bagian tersebut.
Dukungan Pemerintah dan Kekhawatiran Warga
Pemerintah Texas memberikan dukungan signifikan melalui hibah sebesar USD 30 juta dari Texas Enterprise Fund.
Selain itu, distrik sekolah setempat dan Grimes County juga menyetujui keringanan pajak untuk proyek ini.
>>> Trevoh Chalobah Resmi Dilepas Chelsea ke Como 1907
Namun, pembangunan Terafab tidak luput dari kekhawatiran sebagian warga.
Kelompok Grimes County Citizens for Responsible Development menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi gangguan terhadap gaya hidup pedesaan, penurunan nilai properti, dan dampak lingkungan.
Mereka menuntut adanya transparansi, pengawasan independen, dan kesempatan untuk bersuara dalam proses pengambilan keputusan terkait proyek raksasa ini.
Marie Egyed, direktur operasional kelompok tersebut, menekankan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari nilai investasi atau lapangan kerja, tetapi juga dari perlindungan masyarakat, lingkungan, dan komunitas yang sudah ada.
Musk beralasan bahwa fasilitas ini sangat krusial mengingat kebutuhan chip SpaceX dan Tesla yang diprediksi akan melampaui kapasitas produksi global saat ini.
>>> Review Tecno Pova 8 5G: Baterai 8.000 mAh Tahan 2 Hari?
SpaceX menjelaskan bahwa Terafab akan mengintegrasikan berbagai proses kompleks, mulai dari manufaktur, pengemasan, hingga pengujian perangkat logika dan memori canggih dalam satu fasilitas terpadu.

