⌂ Beranda News Taiwan Sengaja Perlambat Internet Ponsel untuk Simulasi Perang Lawan China

Taiwan Sengaja Perlambat Internet Ponsel untuk Simulasi Perang Lawan China

Taiwan Sengaja Perlambat Internet Ponsel untuk Simulasi Perang Lawan China
Ilustrasi: Taiwan Sengaja Perlambat Internet Ponsel untuk Simulasi Perang Lawan China
A A Ukuran Teks16px

Taiwan mengambil langkah tak biasa dalam latihan pertahanan tahunan.

Pemerintah akan sengaja memperlambat koneksi internet seluler untuk menguji kemampuan masyarakat berkomunikasi jika jaringan terganggu akibat perang atau bencana.

>>> Elon Musk Bangun Pabrik Chip Rp 300 T, SpaceX & Tesla Jadi Pengguna Utama

Simulasi ini menjadi bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari.

Ini merupakan pertama kalinya Taiwan sengaja melakukan pembatasan kecepatan internet seluler dalam latihan tersebut.

Pemerintah ingin mengetahui bagaimana masyarakat tetap berkomunikasi ketika bandwidth seluler menjadi sangat terbatas dalam situasi darurat.

Skenario yang dipersiapkan tidak hanya mencakup bencana alam, tetapi juga kemungkinan invasi China.

Masyarakat telah diperingatkan sebelumnya melalui notifikasi di ponsel dan media sosial mengenai simulasi tersebut.

Meski internet ponsel diperlambat, sejumlah layanan penting tidak akan terdampak, seperti panggilan darurat, ATM, lampu lalu lintas, telepon rumah, dan koneksi internet fixed-line.

Uji Komunikasi Saat Perang

Latihan internet ini dilakukan bersamaan dengan simulasi militer berskala besar Taiwan.

>>> Jadwal Liga Top Eropa 2026/2027: LaLiga Mulai 15 Agustus, Bundesliga Terakhir

Pada Senin dini hari, militer Taiwan menggelar latihan untuk menghadapi simulasi serangan udara di Kepulauan Penghu yang berada di Selat Taiwan.

Tentara menggunakan tank M60A3, artileri, hingga senjata antipesawat untuk mensimulasikan pertahanan berlapis menghadapi pasukan musuh yang mencoba melakukan pendaratan.

Penghu memiliki posisi strategis karena terletak di antara China dan pulau utama Taiwan.

Latihan Han Kuang tahun ini juga dibuat lebih realistis.

Taiwan ingin menguji kemampuan tentara, pemerintah, dan masyarakat menghadapi kondisi ketika komunikasi maupun infrastruktur penting tidak bekerja seperti biasanya.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.

Pemerintah Taiwan menolak klaim Beijing dan menyatakan hanya masyarakat Taiwan yang berhak menentukan masa depannya.

>>> Trevoh Chalobah Resmi Dilepas Chelsea ke Como 1907

Simulasi pembatasan internet seluler juga dijadwalkan kembali dilakukan di wilayah Taiwan bagian utara pada 13 Agustus 2026.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM