Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) mendorong munculnya kebutuhan akan keterampilan baru, terutama dalam memanfaatkan otomatisasi untuk menyederhanakan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bekerja sama dengan UiPath menggelar program Enablement AI dan Automation.
>>> Member K-Pop Choi San Bikin Salfok di Laga Man City vs Atletico Madrid
Dalam enam bulan, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 peserta, mencapai separuh dari target 100.000 talenta Indonesia.
Capaian ini menunjukkan bahwa AI dan otomatisasi mulai menjadi keterampilan yang diminati di luar kalangan pekerja teknologi.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan penggunaan AI dan otomatisasi secara praktis, termasuk bagaimana teknologi dapat membantu menangani pekerjaan yang repetitif.
Regional Vice President and Managing Director, Southeast Asia di UiPath, Amit Khandelwal, menyatakan tingginya partisipasi mencerminkan kesadaran talenta Indonesia akan pentingnya keterampilan digital.
Amit Khandelwal menambahkan bahwa talenta Indonesia semakin aktif mencari peluang untuk mengembangkan keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
Director and Chief Strategy & Execution Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Honesti Basyir, menilai otomatisasi akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan AI.
Honesti Basyir menjelaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan AI dan Agentic Automation, keterampilan ini menjadi fondasi penting untuk memahami kolaborasi manusia dan teknologi.
Program ini mendapat respons besar dari kelompok usia muda, dengan 75,6% peserta webinar berusia 21-30 tahun dan 21,8% berusia 15-20 tahun.
>>> UEFA, CONCACAF, dan AFC Kritik Tajam Kepemimpinan Gianni Infantino
Dari sisi latar belakang, mahasiswa mendominasi dengan 74,6%, diikuti pelajar (16,4%), fresh graduate (5,2%), serta karyawan atau profesional (3,5%).
Besarnya partisipasi kelompok muda menunjukkan keterampilan AI dan otomatisasi dipandang sebagai bekal penting memasuki dunia kerja.
Program Indosat dan UiPath menekankan bahwa belajar otomatisasi tidak harus dimulai dari kemampuan coding yang kompleks.
Peserta diperkenalkan pada cara mengenali pekerjaan repetitif yang berpotensi diotomatisasi, konsep dasar AI dan automation, Agentic AI, hingga peran citizen developer.
Peserta juga mendapatkan pengenalan UiPath Studio Web untuk membuat dan menguji robot otomatisasi.
Pembelajaran dilakukan melalui webinar dan Learning Management System (LMS), dilanjutkan dengan hackathon untuk mengembangkan ide dan solusi berbasis AI dan otomatisasi.
Dengan lebih dari 50.000 peserta, Indosat dan UiPath menargetkan 100.000 talenta Indonesia untuk memperluas keterampilan digital.
>>> BRIN Paparkan Inovasi Pendukung Program Makan Bergizi Gratis
Upaya ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
