⌂ Beranda News El Nino 2026 Lebih Ganas dari 1998, Ilmuwan Sebut di Wilayah Belum Terpetakan

El Nino 2026 Lebih Ganas dari 1998, Ilmuwan Sebut di Wilayah Belum Terpetakan

El Nino 2026 Lebih Ganas dari 1998, Ilmuwan Sebut di Wilayah Belum Terpetakan
El Nino 2026 Lebih Ganas dari 1998, Ilmuwan Sebut di Wilayah Belum Terpetakan
A A Ukuran Teks16px

Fenomena El Nino yang belum pernah terlihat sebelumnya tengah terbentuk di Samudra Pasifik.

Kekuatannya meningkat luar biasa cepat, membuat para ilmuwan khawatir akan dampak yang ditimbulkan saat mencapai puncaknya.

>>> Samsung Ungkap Filosofi Desain Galaxy Z Fold8 dan Watch Terbaru

El Nino adalah fenomena iklim yang ditandai dengan suhu laut lebih hangat di Pasifik tropis bagian tengah dan timur.

Fenomena ini memicu efek domino yang memengaruhi cuaca di seluruh dunia.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengumumkan kemunculan El Nino ketika suhu permukaan laut naik setidaknya 0,5 derajat Celsius di atas rata-rata.

Ambang batas ini telah dilewati pada awal Juni 2026.

Namun, El Nino kali ini terus menguat dengan kecepatan yang tidak biasa.

Pada minggu pertama Agustus, suhu Pasifik bagian timur sudah berada 2,6 derajat Celsius di atas normal.

Jika tren ini berlanjut, dunia akan menghadapi salah satu fase El Nino terpanas yang pernah tercatat.

Zeke Hausfather, ilmuwan iklim dari Berkeley Earth, mengatakan bahwa suhu harian sudah masuk kategori 'El Nino super'.

Perbandingan dengan El Nino 1997/1998

El Nino 1997/1998 adalah peristiwa terkuat dalam ingatan sejarah, merugikan ekonomi global triliunan dolar dan menewaskan ribuan orang.

Namun, El Nino tahun ini melaju lebih cepat dari lintasan tahun tersebut.

"Kita belum pernah mengalami El Nino yang mendekati kekuatan ini sebelumnya. Kita benar-benar berada di teritori yang belum terpetakan," ujar Hausfather.

>>> Asian Games 2026: 21 Pebalap Indonesia Siap Tempur, Target 4 Emas

Sebagian besar model menunjukkan El Nino saat ini akan menjadi yang terkuat dalam sejarah.

Dampak global diproyeksikan sangat mendalam, termasuk peningkatan suhu global, gelombang panas lebih sering, gangguan hujan, dan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM