Tim Chief de Mission (CdM) Indonesia akan memaksimalkan dukungan puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nagoya, Jepang, untuk Asian Games 2026.
Hal ini disampaikan Wakil CdM Harry Warganegara saat meninjau pemusatan latihan nasional soft tenis di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
>>> Julian Alvarez Nekat Ingin ke Barcelona, Cari Jalan Keluar dari Atletico
Menurut Harry, keberadaan WNI di Nagoya menjadi potensi dukungan tersendiri. Diperkirakan terdapat sekitar 28.000 WNI di wilayah tersebut.
Peran WNI dan Rumah Indonesia
"Kami sudah berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia di Nagoya dan nantinya akan melibatkan mereka sebagai relawan untuk membantu kontingen, misalnya dalam arrival-departure, transportasi, maupun kebutuhan lainnya," kata Harry.
Untuk mendukung kontingen selama di Jepang, Indonesia akan memiliki Rumah Indonesia di Nagoya sebagai pusat aktivitas Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tim CdM, atlet, ofisial, hingga masyarakat Indonesia yang ingin memberikan dukungan.
Tim CdM juga menyiapkan makanan khas Indonesia yang akan dipesan dari katering lokal.
Namun, Harry mengingatkan bahwa aturan membawa makanan ke Jepang cukup ketat, terutama makanan yang mengandung daging atau produk olahan tertentu.
"Kalau sebelum bertanding mungkin tidak boleh.
Tetapi setelah selesai bertanding, sebelum kembali ke Indonesia, kami berharap atlet dan ofisial bisa mampir ke Rumah Indonesia untuk menikmati makanan khas Indonesia yang dibuat oleh orang-orang Indonesia di Nagoya," tuturnya.
>>> El Nino 2026 Lebih Ganas dari 1998, Ilmuwan Sebut di Wilayah Belum Terpetakan
"Sedangkan soal hal-hal teknis, khususnya seperti yang ada di soft tenis ini, kami serahkan kepada cabang olahraga, pengurus, dan pelatih.
Tugas kami lebih kepada memastikan kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial dapat terpenuhi dengan baik," jelas Harry.
Sehubungan itu, tim CdM bersama KOI telah mengunjungi sekitar 20 hingga 21 cabang olahraga guna memantau kesiapan masing-masing kontingen.
Dari kunjungan tersebut, ditemukan kebutuhan yang berbeda di setiap cabang, mulai dari penyesuaian jadwal keberangkatan hingga kebutuhan perlengkapan dan venue pertandingan.
"Untuk keberangkatan dan kebutuhan utama kontingen, pemerintah sudah menyiapkannya. Tinggal memastikan semuanya terdistribusi dengan baik.
Informasi dari Pak CdM dan Kemenpora, paling lambat dalam minggu-minggu ini semuanya sudah terdistribusi," ujarnya.
Selain itu, koordinasi teknis dengan cabang olahraga juga terus dilakukan, termasuk menyangkut sport entry, pencocokan data atlet dengan paspor, seragam hingga kebutuhan keberangkatan.
>>> Samsung Ungkap Filosofi Desain Galaxy Z Fold8 dan Watch Terbaru
Indonesia menurunkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga di Asian Games 2026.

