⌂ Beranda News Era Baru Warga 3T: Akses Internet Mudahkan Komunikasi dan Ekonomi
News

Era Baru Warga 3T: Akses Internet Mudahkan Komunikasi dan Ekonomi

Era Baru Warga 3T: Akses Internet Mudahkan Komunikasi dan Ekonomi
Era Baru Warga 3T: Akses Internet Mudahkan Komunikasi dan Ekonomi
A A Ukuran Teks16px

Bagi sebagian masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), mendapatkan akses internet bukan perkara mudah.

Sebelum infrastruktur telekomunikasi hadir, warga di pelosok ini bahkan harus berjalan kaki, mengendarai sepeda motor, hingga naik pohon hanya untuk mendapatkan sinyal.

>>> Dominasi Eropa: PSG Pertahankan Gelar, Targetkan Liga Champions

Kondisi ini pernah dialami masyarakat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Kominfo Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, mengisahkan bahwa masyarakat, aparatur pemerintah, hingga fasilitas kesehatan harus menempuh jarak berkilometer-kilometer demi mendapatkan sinyal.

Perjuangan tersebut terkadang dilakukan dengan cara tidak biasa.

Ketika sinyal tidak tersedia di permukaan tanah, warga mencari titik yang lebih tinggi agar telepon seluler dapat menangkap jaringan.

Situasi perlahan berubah setelah infrastruktur telekomunikasi masuk ke wilayah tersebut.

Di Flores Timur, pembangunan enam BTS dan sekitar 262 akses internet di fasilitas pemerintahan, desa, sekolah, serta fasilitas kesehatan mulai membuka akses komunikasi.

Kapasitas Jaringan Menjadi Tantangan Baru

Masuknya akses internet juga mengubah kebutuhan sekolah.

Kepala SMAN 1 Titehena, Konradus Kudarto, mengatakan internet kini menjadi kebutuhan penting karena berbagai aktivitas sekolah telah menggunakan sistem digital, mulai administrasi hingga pelaksanaan asesmen.

Namun, ketika ratusan pengguna mengakses jaringan secara bersamaan, persoalan kapasitas muncul.

>>> Chelsea Beri Tenggat Man City Rp 2,8 T untuk Enzo Fernandez atau Batal

Konradus berharap ada peningkatan kapasitas jaringan agar dapat dimaksimalkan untuk sekitar 450 siswa ditambah 50 guru dan pengawas yang dapat menggunakan jaringan secara bersamaan.

Perubahan juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Setelah konektivitas tersedia, masyarakat di daerah pegunungan mulai bisa mendapatkan informasi harga komoditas pertanian yang sebelumnya sulit diperoleh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Parigi Moutong, Khairuddin, menuturkan akses tersebut membantu masyarakat memperoleh informasi dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

Kepala Desa Baina Barat, Yuslan, menambahkan informasi harga membuat petani memiliki pilihan lebih banyak sebelum menjual hasil pertanian.

Mereka dapat membandingkan harga dan mencari pembeli yang menawarkan nilai lebih baik.

Internet juga mulai dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha warga.

Produk makanan dan hasil usaha masyarakat dapat dipromosikan melalui media sosial sehingga peluang mendapatkan pembeli dari luar desa semakin terbuka.

>>> Samsung Galaxy S26 FE Muncul dengan Spek Gahar: Layar AMOLED, Chipset Kencang

Konektivitas yang awalnya dibutuhkan untuk sekadar mendapatkan sinyal kini berkembang menjadi akses terhadap informasi, layanan publik, pendidikan, hingga peluang ekonomi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM