Lanskap teknologi dan komunikasi di Indonesia mengalami pergeseran besar dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir.
Pada tahun 1996, masyarakat masih mengandalkan telepon umum, telepon rumah, serta pager untuk melakukan komunikasi jarak jauh.
Saat itu, perangkat seluler merupakan barang mewah dan akses internet masih berada pada tahap awal pengembangan.
Lonjakan Pengguna Internet dan Smartphone
Seiring berjalannya waktu, penetrasi teknologi seluler dan internet menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan di Tanah Air.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat jumlah pengguna internet menembus 235,26 juta jiwa pada 2026.
Angka tersebut setara dengan 81,72 persen dari total keseluruhan populasi penduduk Indonesia saat ini.
Perangkat pintar kini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, melainkan juga pusat produktivitas dan hiburan digital.
Perubahan Perilaku dan Ekosistem Ritel
Transformasi digital turut mengubah cara masyarakat bekerja, menikmati hiburan, hingga melakukan transaksi ekonomi secara daring.
Pelaku industri ritel seperti Erajaya Group turut beradaptasi melalui penguatan strategi omnichannel serta perluasan jaringan gerai.
Penggabungan pengalaman belanja online dan offline menjadi kunci dalam memenuhi kebutuhan konsumen modern yang semakin dinamis.