Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda dengan kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030.
Penunjukan ini disambut Xavi dengan rasa terhormat karena kedekatannya dengan sepak bola Belanda.
Pelatih asal Spanyol itu menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah Belanda tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Selama kariernya sebagai pemain, Xavi memiliki hubungan erat dengan sepak bola Belanda. Ia menjalani debutnya di tim utama Barcelona di bawah asuhan Louis van Gaal.
Xavi juga meraih kesuksesan bersama Frank Rijkaard, memenangkan lima trofi di Barcelona, termasuk LaLiga dan Liga Champions.
"Sebagai seseorang yang ditempa di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh besar dari, di antaranya, Johan Cruyf dan Rinus Michels, saya merasakan ikatan spesial dengan sepak bola Belanda," ujar Xavi.
Ia menambahkan bahwa ia bisa dibilang adalah anak dari sepak bola Belanda, merujuk pada peran penting pelatih seperti Louis van Gaal dan Frank Rijkaard dalam membentuk kariernya.
Xavi mengagumi kultur sepak bola Belanda yang kaya, visi menyerang, penguasaan bola, kreativitas, dan gairah yang diusungnya.
Dirinya menjadi pelatih asing pertama untuk timnas Belanda sejak Ernst Happel dari Austria pada Piala Dunia 1978.
Debutnya sebagai pelatih akan terjadi pada 24 September melawan Jerman di Nations League.
Target utama Xavi adalah meraih kemenangan dengan gaya bermain yang mencerminkan karakteristik sepak bola Belanda dan dapat dinikmati publik.