⌂ Beranda News Satelit Pemantul Matahari Picu Kekhawatiran Astronom dan Pilot
News

Satelit Pemantul Matahari Picu Kekhawatiran Astronom dan Pilot

Satelit Pemantul Matahari Picu Kekhawatiran Astronom dan Pilot
Satelit Pemantul Matahari Picu Kekhawatiran Astronom dan Pilot
A A Ukuran Teks16px

Federal Communication Commission (FCC) Amerika Serikat menyetujui pengembangan satelit eksperimental kontroversial dari startup Reflect Orbital.

Satelit ini dirancang untuk memantulkan sinar Matahari ke Bumi, menerangi area tertentu di malam hari bagi pelanggan berbayar.

>>> Gerhana Matahari Total Terlihat Unik dari Ketinggian di Langit Spanyol

Tujuan satelit ini adalah mendukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) agar tetap beroperasi di malam hari dan menyediakan penerangan darurat.

Namun, gagasan ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait dampaknya pada pengamatan luar angkasa.

Para astronom menyatakan keterkejutan mereka, dan FCC menerima hampir 2.000 komentar publik yang mengkritik proposal tersebut.

Selain mengganggu pengamatan, satelit yang sangat terang ini berpotensi menyebabkan kebutaan pada astronom amatir yang tidak sengaja menatapnya.

Bahkan melihatnya melalui teleskop amatir umum dapat mengakibatkan kerusakan mata permanen.

Hal serupa pernah terjadi pada prototipe satelit cermin Rusia, Znamya, yang diperkirakan dapat menyebabkan kerusakan mata setara menatap Matahari saat gerhana total.

Meskipun ada peringatan mengenai risiko kerusakan mata, regulator menganggapnya faktor kecil dibandingkan potensi manfaat teknologi inovatif.

>>> Kiper Nahuel Guzman Didakwa Dorong Wasit, Berujung Kartu Merah dan Ngamuk

Astronom juga tidak akan diberi peringatan mengenai waktu dan lokasi melintasnya satelit ini.

Christopher Buscombe, juru bicara Reflect Orbital, menyatakan bahwa perusahaan berdiskusi aktif dengan para ilmuwan dan pemangku kepentingan lainnya mengenai rencana tersebut.

Kekhawatiran lain datang dari The Air Line Pilots Association (ALPA) terkait minimnya pendekatan keselamatan lalu lintas udara.

Satelit ini juga berpotensi mengganggu pola tidur dan ritme sirkadian spesies yang bermigrasi.

Para presiden asosiasi kronobiologi internasional memperingatkan bahwa skala penempatan satelit ini akan mengubah lingkungan cahaya malam alami secara signifikan di tingkat planet.

Jumlah satelit di orbit Bumi rendah terus meningkat, membuat langit malam semakin terang.

>>> PSG Cetak Sejarah, Jadi Klub Ketiga Raih Piala Super Eropa Beruntun

Wakil Direktur Eksekutif Royal Astronomical Society, Robert Massey, menyatakan bahwa penempatan jutaan satelit terang akan menghancurkan warisan bintang yang berharga bagi umat manusia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM