Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama NVIDIA dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah meresmikan pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC).
CEO IOH, Vikram Sinha, menyatakan bahwa NVAITC utamanya berfokus pada pengembangan riset, inovasi, dan talenta AI, bukan sebagai pusat komersialisasi langsung.
>>> Enam Pemain Debut di Timnas Indonesia Era Pelatih John Herdman
Menurut Vikram, IOH memiliki jalur komersialisasi tersendiri untuk mengembangkan hasil riset AI menjadi produk atau layanan yang bermanfaat luas.
Layanan tersebut mencakup GPU-as-a-Service dan Token-as-a-Service, yang tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik tetapi juga regional dan global.
Keberhasilan NVAITC diukur dari seberapa besar riset dan inovasinya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan semata-mata dari jumlah riset yang dihasilkan.
>>> Hasil Pramusim Real Madrid Diragukan, Jose Mourinho Beri Respons Tenang
Vikram mencontohkan potensi riset eNose-TB dari UGM yang dapat membantu skrining tuberkulosis secara lebih terjangkau dan berpotensi menyelamatkan nyawa.
Ia menekankan pentingnya investasi AI untuk membangun talenta di Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen.
IOH menargetkan pengembangan dua juta talenta yang siap menghadapi era AI melalui kolaborasi dengan UGM dan universitas lainnya.
>>> Observatorium Timau Abadikan Momen Langka Hujan Meteor Perseid
Keberhasilan aplikasi yang lahir dari NVAITC diharapkan dapat dimanfaatkan oleh jutaan orang, menunjukkan dampak luas bagi masyarakat.
