Membeli perangkat komputer baru berisiko semakin menguras kantong konsumen akibat kebijakan terbaru dari Microsoft.
Perusahaan tersebut dilaporkan menaikkan biaya lisensi sistem operasi Windows 11 untuk para produsen PC.
>>> Kiper Utama Singapura Ingin Pemain Muda Rasakan Gelar Juara
Berdasarkan laporan media Taiwan United Daily News, kenaikan tersebut berkisar antara 7% hingga 10% sejak Juli.
Besaran biaya lisensi ini juga dilaporkan bervariasi mengikuti jenis prosesor yang digunakan perangkat komputer.
Prosesor kelas atas seperti Intel i7 dilaporkan memerlukan biaya lisensi yang lebih tinggi daripada Intel i5.
Kenaikan biaya sistem operasi ini sudah mulai berdampak langsung terhadap harga jual perangkat di pasaran.
>>> Sambut Ruben Amorim, Mazraoui Fokus Songsong Musim Baru MU
Vendor asal Taiwan seperti Asus dan Acer diprediksi mengerek harga perangkat mereka hingga 5% pada kuartal ini.
Situasi pasar komputer saat ini sudah tertekan oleh lonjakan harga komponen seperti memori dan prosesor.
Sejumlah vendor global termasuk Dell dan HP telah lebih dulu mengumumkan kenaikan harga produk mereka.
>>> A Space for the Unbound Versi Android Hadir dengan Sistem Coba Gratis
IDC memprediksi pengapalan PC global akan mengalami penurunan signifikan pada tahun ini.

