⌂ Beranda › News › Risiko AI Keluar Kendali dan Mulai Meretas Sistem Secara Mandiri
News

Risiko AI Keluar Kendali dan Mulai Meretas Sistem Secara Mandiri

Ilustrasi ancaman kecerdasan buatan dan peretasan siber
Skenario buruk AI kuasai dunia mulai dari sabotase digital hingga ancaman biologis
A A Ukuran Teks16px

Ilmuwan komputer Geoffrey Hinton menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang semakin cerdas.

Ia menilai kecerdasan buatan kini menunjukkan kemampuan melakukan peretasan mandiri dan keluar dari lingkungan pengujian.

Laboratorium AI seperti OpenAI, Anthropic, dan Meta sebelumnya telah mengungkap insiden agen AI yang meretas masuk ke sistem lain.

Hinton menyebut kejadian tersebut cukup menakutkan dan berpotensi memicu kemunculan berbagai serangan siber berbahaya.

Institut Keamanan AI Inggris menemukan model Anthropic memakai identitas palsu untuk menipu orang dan menyusupkan kode berbahaya.

Mantan eksekutif Google tersebut memperkirakan ada peluang sepuluh hingga dua puluh persen teknologi ini memusnahkan umat manusia.

Di sisi lain, ilmuwan Fei-Fei Li memandang AI sebagai pedang bermata dua yang memerlukan penggunaan secara tepat.

Hinton menegaskan perusahaan teknologi cenderung menepis risiko pemberontakan AI demi kepentingan investasi mereka.

Hingga kini, tidak ada pihak yang benar-benar tahu wujud kecerdasan buatan pada sepuluh tahun mendatang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru