Nvidia melakukan penyesuaian harga yang sangat signifikan pada lini kartu grafis workstation andalannya di pasaran global.
Perangkat RTX Pro 6000 96GB Blackwell kini terpantau dibanderol hingga USD 16 ribu yang setara dengan sekitar Rp 285 juta.
Lonjakan tersebut mencatatkan kenaikan harga hingga 110% dari masa pre-order awal yang sempat ditawarkan senilai USD 7.600.
Dampak Krisis Memori Global
Kenaikan ekstrem tidak hanya terjadi pada segmen enterprise, tetapi juga merambah ke jajaran kartu grafis untuk konsumen.
Seri RTX 5090 dilaporkan melonjak hingga menyentuh USD 4.000 dari harga peluncuran awal yang berada di kisaran USD 2.000.
GPU kelas menengah seperti RTX 5070 turut naik hampir 65% menjadi sekitar USD 900 pada platform ritel online.
Lonjakan agresif ini dipicu oleh krisis pasokan komponen memori yang didorong oleh lonjakan permintaan komputasi AI.
Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu efek domino kenaikan harga pada berbagai perangkat elektronik konsumen lainnya.