Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan hingga 200 hari layar untuk membawa periset menjelajahi sejumlah kawasan perairan.
Kegiatan tersebut akan menyasar zona megathrust, Flores Thrust, kompleks gunung bawah laut, serta zona tumbukan.
>>> Sebab laptop cepat panas tanpa game: tab browser berlebih hingga fitur AI
Langkah ini bertujuan mengungkap potensi sumber daya sekaligus memperoleh data penting terkait kebencanaan di perairan.
Ketua Tim Tata Kelola Ekspedisi Kapal Riset BRIN, Adi Slamet Riyadi, menyatakan luasnya wilayah laut menjadi tantangan.
Program ini dirancang untuk mendukung pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
Kesempatan tersebut dibuka melalui skema RIIM Invitasi Strategis 2026 dalam program eksplorasi kelautan.
BRIN juga memfasilitasi akses inklusif bagi peneliti, dosen, hingga mahasiswa untuk melakukan akuisisi data.
>>> Klasemen Liga Spanyol Usai Barcelona Pesta Gol dan Real Madrid Menang Tipis
Pada periode 2026, RIIM Invitasi Strategis membuka empat tema utama penelitian.
Tema tersebut mencakup geosains kelautan, biodiversitas termasuk perikanan, oseanografi, dan hidrografi.
Untuk mendukung kegiatan ini, BRIN menyiapkan sejumlah armada kapal riset.
KR Baruna Jaya III akan digunakan untuk penelitian hidrografi dan geosains di kawasan tertentu.
Sementara itu, KRI Canopus 936 mendukung penelitian biodiversitas dan hidro-oseanografi di Natuna.
>>> Josko Gvardiol sebut Man City bangga amankan tiga poin perdana
KN Madidihang 03 juga disiapkan untuk mendukung kegiatan ekspedisi sesuai kebutuhan riset.