⌂ Beranda › News › Telkom Ingatkan Risiko AI di Kampus Seiring Lonjakan Data Mahasiswa
News

Telkom Ingatkan Risiko AI di Kampus Seiring Lonjakan Data Mahasiswa

Mahasiswa menggunakan perangkat digital di lingkungan kampus
Telkom Ingatkan Risiko AI di Kampus Seiring Lonjakan Data Mahasiswa
A A Ukuran Teks16px

Lonjakan jumlah mahasiswa di Indonesia yang melampaui angka 10 juta orang memicu kebutuhan besar terhadap digitalisasi perguruan tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 2025, populasi mahasiswa yang besar membuat kampus mengelola data digital semakin masif.

Namun, percepatan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial turut membawa risiko baru terkait keamanan jaringan serta data.

Transformasi Digital dan Tantangan Keamanan Siber

Isu strategis tersebut mengemuka dalam forum Telkom Industry Connect yang mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi di Manado.

EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo menyatakan bahwa kampus dituntut tetap aman di tengah adopsi teknologi yang bergerak cepat.

Rektor Universitas Parna Raya Rosdiana Simbolon berpandangan bahwa institusi pendidikan tidak boleh mengabaikan perkembangan kecerdasan artifisial.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut wajib berjalan seiring dengan pemahaman siber guna melindungi data akademik.

Dalam kesempatan yang sama, para peserta forum juga meninjau langsung fasilitas pusat data NeuCentrIX untuk melihat kesiapan infrastruktur komputasi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru