Asosiasi Satelit Indonesia dan Asosiasi Internet of Things Indonesia sepakat mengintegrasikan teknologi satelit serta perangkat IoT.
Kolaborasi tersebut bertujuan memperluas konektivitas digital hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar.
>>> Ajang Lari Merdeka Run 2026 Siap Sentuh Garis Start di Jakarta
Tiga Pilar Strategis Kerjasama
Kerja sama ini ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman dalam forum internasional BATIC 2026.
Integrasi infrastruktur ini dirancang untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian, maritim, dan logistik.
Dewan Pengawas ASSI menyatakan satelit tidak lagi dipandang sekadar sebagai infrastruktur cadangan.
Konvergensi teknologi ini menjadi solusi mengatasi mahalnya pembangunan kabel optik di wilayah terpencil.
>>> Striker Manchester United Joshua Zirkzee Masuk Radar Fiorentina
Ketua Umum ASIOTI menilai kolaborasi ini menjawab kebutuhan pasar terhadap otomatisasi industri yang stabil.
Kedua asosiasi menetapkan tiga pilar strategis mencakup interoperabilitas, keamanan siber, dan pengembangan talenta.
Pilar interoperabilitas menghubungkan perangkat IoT lapangan dengan sistem satelit secara hemat energi.
Aspek keamanan siber difokuskan untuk melindungi data logistik, parameter lingkungan, dan pertahanan.
>>> Keunggulan AI Bawa Samsung Galaxy S26 Ultra Dominasi Pasar Global
Program inkubasi talenta disiapkan guna mencetak generasi insinyur yang menguasai teknologi dirgantara.