Militer Rusia dikabarkan memanfaatkan pesawat tanpa awak yang sepenuhnya otonom untuk menyerang wilayah Ukraina. Teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI tersebut dikerahkan untuk menargetkan kawasan di Zaporizhzhia.
Sejumlah komandan pertahanan udara dan pakar forensik mengungkapkan temuan tersebut kepada New York Times. Perangkat udara nirawak itu kedapatan mampu memilih sasaran presisi secara mandiri di lapangan.
>>> Spesifikasi Lenovo IdeaPad Slim 3i, Pilihan Laptop Mahasiswa Baru
Temuan Komputer Mini Nvidia pada Bangkai Pesawat
Pakar forensik menemukan komponen komputer mini di dalam unit drone yang hancur. Perangkat keras tersebut dikembangkan oleh produsen cip Nvidia dengan modul Jetson Orin.
Modul cip tersebut umumnya dipakai untuk kebutuhan robotika dan komputasi luar angkasa. Keberadaan komponen ini memungkinkan perangkat mengenali sasaran tanpa campur tangan manusia.
Para pejabat militer mencatat bahwa unit tersebut sama sekali tidak memiliki antena. Pesawat itu juga tidak memancarkan frekuensi radio apa pun saat beroperasi.
>>> Nonton Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia di Kualifikasi Hari Ini
Ketiadaan antena menepis dugaan bahwa unit tersebut dikendalikan dari jarak jauh oleh operator manusia. Sistem kamera berpemandu AI dipakai untuk mengenali target secara otomatis.
Praktik penggunaan mesin otonom pembuat keputusan serang ini menuai kecaman luas. Berbagai kelompok hak asasi internasional menilai fenomena ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Palang Merah Internasional Mirjana Spoljaric Egger menyampaikan peringatan keras.
>>> Chivu Ungkap Alasan John Stones dan Curtis Jones Belum Optimal di Inter Milan
Mereka menyatakan dunia kini berada dalam jarak berbahaya menuju penargetan manusia secara otonom oleh mesin.