Pemerintah Korea Selatan membagikan akses layanan kecerdasan buatan secara cuma-cuma untuk seluruh warganya.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program AI for All yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.
>>> Cesc Fabregas Beri Pujian Tinggi untuk Performa Anak Luis Milla
Program ini dirancang untuk mendorong adopsi chatbot buatan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap model asing.
Layanan AI yang disediakan tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga terintegrasi langsung dengan berbagai layanan publik.
Warga dapat memanfaatkan sistem ini untuk membuat janji dokter, menerima informasi perpajakan, dan mencari tempat tinggal.
Pelaku usaha kecil bisa memakai layanan gratis tersebut untuk membayar pajak dan memeriksa kelayakan program dukungan pemerintah.
Sementara itu, para orang tua dapat menerima saran konten edukasi untuk anak-anak mereka secara mudah.
>>> Efek Aero Bikin Motor Nempel, Marquez Ungkap Duel Sengit di Aragon
Pemerintah menggandeng tiga konsorsium teknologi yang dipimpin dua operator telekomunikasi besar dan platform Kakao.
Masing-masing konsorsium akan memperkenalkan aplikasi AI mereka sendiri yang dilengkapi dengan fitur AI generatif.
Pemerintah juga menyediakan sebagian kapasitas komputasi dengan mendistribusikan 512 chip Nvidia B200 kepada tiga konsorsium.
Survei pemerintah menunjukkan sekitar 25% warga Korea Selatan sudah membayar layanan AI premium dan lebih dari 20 juta orang memakai versi gratis.
>>> Hollyland Rilis 5 Perangkat Baru di Indonesia untuk Kreator Konten
Presiden Lee Jae Myung menganggarkan sekitar 10 triliun won untuk pengeluaran terkait AI pada tahun 2026.