Bencana di kawasan perbatasan China dan Nepal terjadi secara tiba-tiba dan di luar dugaan.
Hanya dalam 10 menit, volume air dan material puing besar menyapu sejauh 20 kilometer ke hilir.
>>> Luke Shaw Dinilai Jadi Titik Lemah Manchester United di Liga Inggris
Banjir bandang kerap melanda wilayah Himalaya.
Pemicu utama bencana ini berasal dari runtuhnya gletser di utara Pegunungan Langtang.
Bongkahan es besar terlepas dan berubah menjadi longsoran es raksasa.
Panas dari gesekan mencairkan es tersebut menjadi air yang menyapu puing serta lumpur dengan kecepatan tinggi.
Faktor Geografis dan Kerentanan Wilayah
Instrumen seismologi merekam gempa bumi bermagnitudo 4,4 saat gletser runtuh.
>>> Alasan Unai Emery Ungkap Transaksi Pemain Villa dan Chelsea
Namun, itu bukan gempa tektonik melainkan ukuran kekuatan dari jatuhnya gletser.
Banjir bandang di pegunungan tinggi bisa dipicu runtuhnya gletser atau jebolnya danau glasial.
Lembah-lembah di Himalaya relatif lebih sempit jika dibandingkan dengan pegunungan Alpen.
Air dan lumpur tertekan ke ruang sempit sehingga meningkatkan kedalaman serta kecepatan arusnya.
Nepal menghadapi tantangan besar karena banyak warga bermukim di bantaran sungai.
>>> One UI 9 Beta Meluncur, Cek Daftar HP Samsung yang Segera Kebagian
Selain itu, hanya terdapat sedikit sistem peringatan dini di kawasan tersebut.