Aktivitas perdagangan di Pasar Tradisional Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terus berputar tanpa henti selama 24 jam penuh.
Kawasan ini menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi rakyat yang tetap bergerak aktif bahkan ketika sebagian besar kota terlelap.
>>> Rafael Leao Diusir Wasit Akibat Keributan di Laga Uji Coba Portugal vs Chile
Suasana di lokasi justru semakin hidup saat malam tiba dengan riuh aktivitas pedagang dan cahaya lampu yang menyala terang.
Tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan segar menjaga keberlangsungan operasional pasar sepanjang hari.
Memasuki waktu dini hari menjelang subuh, Terminal Pasar Minggu bertransformasi menjadi ruang aktivitas ekonomi dari yang biasanya dipadati kendaraan menunggu angkutan.
Cahaya lampu jalan yang temaram mengiringi para pedagang yang sibuk menata barang dagangannya.
Area terminal tersebut seketika menjelma menjadi pasar sayur-mayur yang ramai oleh aktivitas bongkar muat serta transaksi.
Pada malam hingga subuh, area pasar didominasi oleh pedagang grosir yang memasok kebutuhan pedagang eceran.
>>> Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 dalam Laga Uji Coba Internasional
Para pelaku usaha menyusun rapi tumpukan sayuran segar, ayam potong, buah, ikan, daging, hingga aneka jajanan pasar di atas lapak kayu beralaskan terpal warna-warni.
Fenomena unik juga terlihat saat seorang pedagang memakai cosplay anime ketika menjajakan dagangannya di sana.
Warga berdatangan untuk membeli ikan dan kebutuhan pokok lainnya, sementara pedagang pisang tampak berjaga di dekat barang dagangannya.
Beberapa pembeli juga terlihat mengangkut barang yang telah mereka beli menggunakan sepeda motor.
Denyut ekonomi yang tak pernah berhenti ini menjadikan Pasar Minggu sebagai tumpuan mata pencaharian bagi ribuan pedagang, buruh angkut, hingga sopir distribusi.
>>> Bengkel EV Solution: Kapan Baterai SLA Motor Listrik Bisa Diperbaiki?
Pasar Tradisional Pasar Minggu membuktikan perannya sebagai ruang ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman sekaligus menjadi nadi kehidupan bagi banyak warga Jakarta.