Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) untuk periode Mei 2026 sebesar US$ 106,56 per barel.
Angka ini mengalami penurunan sebesar US$ 10,75 dibandingkan dengan ICP pada bulan April 2026 yang tercatat di US$ 117,31 per barel.
>>> Pedro Acosta Soroti Keunggulan Grip Marc Marquez di MotoGP Hongaria
Penurunan ICP ini dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah utama dunia, terutama Dated Brent. Kondisi ini terjadi seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menjelaskan bahwa perbaikan pasokan global menjadi faktor utama penurunan harga minyak mentah internasional.
Hal ini didukung oleh sinyal positif dari Amerika Serikat terkait potensi berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Langkah Amerika Serikat yang membatalkan rencana serangan lanjutan ke Iran serta perpanjangan pengecualian sanksi sementara untuk minyak Rusia turut berkontribusi menstabilkan pasar minyak global.
>>> Pramono Anung Tinjau Car Free Day Rasuna Said, Jadi Destinasi Favorit Baru
Hal ini mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Selain itu, prospek permintaan minyak dunia yang diperkirakan melemah oleh International Energy Agency (IEA) juga menekan harga.
IEA memproyeksikan permintaan minyak dunia turun 420 ribu barel per hari menjadi sekitar 104 juta barel per hari.
Pemerintah Indonesia terus memantau dinamika pasar energi global untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.
>>> Unilever Indonesia Bagikan Laba Bersih 2025 Rp 7,63 Triliun sebagai Dividen
Langkah antisipatif diambil demi menjaga ketahanan energi nasional.