⌂ Beranda News Banjir Informasi Picu Masyarakat Jauhi Berita Demi Kesehatan Mental

Banjir Informasi Picu Masyarakat Jauhi Berita Demi Kesehatan Mental

Banjir Informasi Picu Masyarakat Jauhi Berita Demi Kesehatan Mental
Ilustrasi orang menjauh dari tumpukan berita
A A Ukuran Teks16px

Semakin banyak orang memilih untuk menjauh dari paparan berita.

Langkah ini diambil bukan karena ketidakpedulian, melainkan akibat rasa lelah, kewalahan, dan kesulitan mengelola dampaknya terhadap kesehatan mental.

>>> KAI Tawarkan Diskon 30% Tiket Kereta Ekonomi Komersial untuk Liburan Sekolah

Sekitar 40 persen masyarakat dunia mengaku kadang-kadang atau sering menghindari berita. Angka ini menjadi rekor tertinggi yang pernah tercatat.

Psikolog perkembangan dari Wilfrid Laurier University, Ali Jasemi, menjelaskan kondisi ini bukan tanda kemalasan atau menurunnya kepedulian masyarakat terhadap isu publik.

Sebaliknya, fenomena tersebut merupakan respons otak manusia saat menghadapi lingkungan informasi yang tidak pernah dirancang dalam sejarah evolusi manusia.

Manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih memperhatikan ancaman dibandingkan informasi positif. Kondisi ini dikenal dalam psikologi sebagai negativity bias atau bias negatif.

Kemampuan memperhatikan ancaman telah membantu manusia bertahan hidup selama ribuan tahun.

Informasi negatif cenderung lebih cepat menarik perhatian, diingat lebih lama, dan dianggap lebih penting daripada informasi positif.

Ancaman di masa lalu biasanya bersifat lokal, seperti kekeringan, penyakit, atau konflik di lingkungan sekitar.

Namun saat ini, sistem saraf manusia dituntut memproses perang, krisis ekonomi, bencana iklim, hingga tindak kejahatan global dalam waktu bersamaan.

Sistem Neurologis Menghadapi Ledakan Informasi

Masalah utama bukan terletak pada manusia yang menjadi lebih lemah, melainkan pada lingkungan informasi yang berubah sangat cepat.

Secara biologis, otak manusia saat ini tidak jauh berbeda dengan manusia ribuan tahun lalu.

Banyak orang merasa terus berada dalam kondisi siaga terhadap berbagai ancaman yang berada jauh di luar kendali mereka.

Berita negatif mendominasi perhatian publik karena dinilai lebih mudah menarik klik.

Jasemi mengutip penelitian dalam jurnal Nature Human Behaviour yang menganalisis lebih dari 105.000 judul berita dan hampir enam juta kali tayang.

>>> Transmart Full Day Sale 10 Mei 2026: Diskon Mesin Cuci Sharp

Hasil analisis menunjukkan setiap tambahan kata bernuansa negatif meningkatkan kemungkinan seseorang mengklik berita tersebut. Sebaliknya, kata-kata positif justru menurunkan tingkat klik.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru