Kedutaan Besar Iran di Turki melayangkan kecaman terhadap Pemerintah Amerika Serikat terkait penolakan visa bagi sejumlah staf administrasi Timnas Iran.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk intervensi politik yang mencederai prinsip olahraga internasional menjelang Piala Dunia 2026.
>>> BRIN Temukan Bakteri Probiotik Unggul dari Madu Lebah Tanpa Sengat Indonesia
Sedikitnya 15 pejabat administrasi Timnas Iran, termasuk Ketua Federasi Sepak Bola Iran, wakil ketua, dan direktur media, dilaporkan tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat.
Pihak Teheran memandang langkah ini sebagai tindakan diskriminatif terhadap tim nasional mereka.
Kedutaan Besar Iran di Turki membantah klaim otoritas Amerika Serikat mengenai pemberian izin masuk tersebut. "Kami mengecam campur tangan politik yang bias dalam olahraga," tegas pernyataan resmi kedutaan.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa seluruh pemain dan staf krusial telah mengantongi visa.
>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Sepeda Hingga 50% Plus Ekstra 20%
Mereka menegaskan sistem keimigrasian tidak boleh disalahgunakan oleh pihak asing, bahkan menuduh Iran berupaya menyelundupkan teroris.
Tuduhan tersebut segera dibalas oleh Iran yang menganggapnya sebagai pembenaran atas kebijakan sepihak. Iran mengutuk keras tindakan yang dinilai telah mencederai sportivitas dan meningkatkan perlakuan diskriminatif.
Menanggapi situasi ini, Kedutaan Besar Iran mendesak badan sepak bola dunia, FIFA, untuk segera mengambil tindakan.
>>> Marc Marquez Dominasi Sprint Race MotoGP Hungaria 2026
Tujuannya adalah memastikan seluruh peserta Piala Dunia 2026 mendapatkan perlakuan yang setara sesuai prinsip olahraga internasional.