⌂ Beranda News BRIN Temukan Bakteri Probiotik Unggul dari Madu Lebah Tanpa Sengat Indonesia

BRIN Temukan Bakteri Probiotik Unggul dari Madu Lebah Tanpa Sengat Indonesia

BRIN Temukan Bakteri Probiotik Unggul dari Madu Lebah Tanpa Sengat Indonesia
Ilustrasi bakteri probiotik yang diidentifikasi dari madu lebah tanpa sengat
A A Ukuran Teks16px

Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil mengidentifikasi bakteri asam laktat probiotik yang berasal dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat asli Indonesia.

Madu dari lebah tanpa sengat ini diketahui menyimpan berbagai khasiat penting, termasuk sifat antibakteri, antibiofilm, antioksidan, dan antikanker.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Sepeda Hingga 50% Plus Ekstra 20%

Selain itu, kandungan di dalamnya juga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah.

Riset komprehensif ini dijalankan oleh Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN bekerja sama dengan mitra dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penelitian memanfaatkan sampel madu dan bee pollen dari tujuh spesies lebah tanpa sengat asal Yogyakarta dan Sumbawa.

Peneliti PRTPP BRIN, Ema Damayanti, menyatakan bahwa madu lebah tanpa sengat sudah lama dikenal kaya akan senyawa bioaktif.

Namun, keberadaan mikroorganisme probiotik alami di dalamnya masih jarang diteliti.

"Kami menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker, dan antioksidan yang sangat baik," tutur Ema.

Proses penemuan diawali dengan isolasi bakteri asam laktat dari madu dan bee pollen beberapa spesies lebah tanpa sengat.

Spesies yang diteliti meliputi Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi.

Dari sekian banyak isolat, tim menyeleksi tujuh isolat terbaik berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

>>> Marc Marquez Dominasi Sprint Race MotoGP Hungaria 2026

Ketujuh isolat pilihan tersebut dianalisis mendalam menggunakan teknologi whole genome sequencing (WGS) dan metode metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, serta pengujian karakter probiotik.

Identifikasi Bakteri Unggul

Hasil analisis menunjukkan isolat unggulan teridentifikasi sebagai spesies Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici.

Berdasarkan data eksperimen, bakteri yang diisolasi terbukti efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen berbahaya seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.

Bakteri probiotik ini juga menunjukkan aktivitas antikanker terhadap lini sel kanker kolon WiDr dan memiliki tingkat aktivitas antioksidan yang tinggi.

"Kami juga menemukan aktivitas penghambatan α-amilase yang cukup signifikan.

Potensi ini menarik karena berkaitan dengan pengendalian kadar gula darah, sehingga berpeluang dikembangkan menjadi produk pangan sehat," tambah Ema.

Menindaklanjuti temuan ini, tim peneliti BRIN bersiap ke tahap riset berikutnya, yaitu formulasi produk dan uji aplikasi pada pangan fermentasi maupun suplemen probiotik.

Rangkaian riset lanjutan ini krusial untuk memastikan aspek keamanan, stabilitas, dan efektivitas bakteri probiotik dalam skala industri.

>>> Sultan Brunei Tunjuk Pangeran Mateen Jadi Menlu dalam Perombakan Kabinet

Seluruh hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi, Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology. Temuan ilmiah ini juga telah mendapatkan pendaftaran paten resmi dengan nomor S00202605018.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru