⌂ Beranda News BRIN Temukan Bakteri Probiotik Unggul dari Madu Lebah Tanpa Sengat Indonesia
News

BRIN Temukan Bakteri Probiotik Unggul dari Madu Lebah Tanpa Sengat Indonesia

Ilustrasi bakteri probiotik yang diidentifikasi dari madu lebah tanpa sengat
Ilustrasi bakteri probiotik yang diidentifikasi dari madu lebah tanpa sengat
A A Ukuran Teks16px

Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah berhasil mengidentifikasi bakteri asam laktat probiotik yang berasal dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat asli Indonesia.

Madu dari lebah tanpa sengat ini diketahui menyimpan berbagai khasiat penting, termasuk sifat antibakteri, antibiofilm, antioksidan, dan antikanker.

Selain itu, kandungan di dalamnya juga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah.

Riset komprehensif ini dijalankan oleh Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN bekerja sama dengan mitra dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penelitian memanfaatkan sampel madu dan bee pollen dari tujuh spesies lebah tanpa sengat asal Yogyakarta dan Sumbawa.

Peneliti PRTPP BRIN, Ema Damayanti, menyatakan bahwa madu lebah tanpa sengat sudah lama dikenal kaya akan senyawa bioaktif.

Namun, keberadaan mikroorganisme probiotik alami di dalamnya masih jarang diteliti.

"Kami menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker, dan antioksidan yang sangat baik," tutur Ema.

Proses penemuan diawali dengan isolasi bakteri asam laktat dari madu dan bee pollen beberapa spesies lebah tanpa sengat.

Spesies yang diteliti meliputi Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi.

Dari sekian banyak isolat, tim menyeleksi tujuh isolat terbaik berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Ketujuh isolat pilihan tersebut dianalisis mendalam menggunakan teknologi whole genome sequencing (WGS) dan metode metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, serta pengujian karakter probiotik.

Identifikasi Bakteri Unggul

Hasil analisis menunjukkan isolat unggulan teridentifikasi sebagai spesies Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici.

📰 Update Terbaru