Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, menegaskan integritas proses penilaian Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026.
Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X DPR RI.
>>> Pemilik Wedding Organizer Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara
Penegasan ini muncul menyusul adanya kabar mengenai ketidaklulusan sejumlah anak rektor perguruan tinggi negeri (PTN) serta anak dari ketua penanggung jawab soal UTBK dalam seleksi tersebut.
Eduart menjelaskan bahwa sistem penilaian yang ketat menjadi faktor utama penentu kelulusan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Ia mencontohkan, kedua putra dari ketua penanggung jawab soal UTBK yang mengikuti SNBT dinyatakan tidak lulus.
Situasi ini sempat membuat beberapa pimpinan universitas merasa khawatir mengenai hasil seleksi anak mereka.
Eduart menambahkan, beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus. Saat dikonsultasikan, ia menjawab bahwa secara peraturan hal tersebut memang tidak dimungkinkan.
>>> Raymond/Joaquin Bidik Juara Indonesia Open 2026 Usai Lolos Final
Sebelumnya, Eduart juga telah menguraikan transparansi sistem ini dalam konferensi pers hasil SNBT. Ia memastikan pelaksanaan seleksi berlangsung akuntabel dan penuh integritas.
Ia menekankan bahwa status jabatan orang tua tidak memberikan pengaruh terhadap hasil kelulusan para peserta.
Hal ini terbukti dengan banyaknya anak para rektor dan pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT, padahal merekalah yang menetapkan kelulusan.
Prosedur pemeriksaan ujian dilakukan melalui mekanisme berjenjang yang melibatkan tim independen berbeda pada setiap sesinya. Validasi jawaban, pemberian skor, hingga proses pembobotan dilakukan tanpa menampilkan identitas peserta.
>>> Erick Thohir: Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Masih Berproses
Tahapan akhir penentuan nilai murni didasarkan pada peringkat performa ujian peserta melalui sistem pengawasan yang terpisah. Pembobotan dilakukan oleh tim yang berbeda berdasarkan ranking performa ujian.