Konsistensi berolahraga sering terhambat oleh kesulitan menjaga kondisi tubuh tetap bertenaga setelah aktivitas harian yang padat.
Banyak orang mengawali program olahraga dengan semangat tinggi, namun berhenti karena kelelahan ekstrem akibat penurunan stamina.
>>> Kemensos Buka 185 Formasi PPPK Tendik untuk Lulusan SMA di Sekolah Rakyat 2026
Mantan pemain sepak bola profesional Indonesia Arthur Irawan menyatakan bahwa stamina prima dibentuk melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, langkah krusial yang kerap diabaikan pemula adalah pemenuhan kebutuhan cairan tubuh saat beraktivitas fisik.
Ketika berolahraga, tubuh melepaskan cairan dalam jumlah besar melalui keringat. Volume konsumsi air harian harus disesuaikan dengan intensitas latihan.
"Kalau olahraga yang lebih banyak pasti minumnya lebih banyak, dan harus ada memang takarnya," kata Arthur saat ditemui dalam wawancara di acara Stanley 1913 Pop-Up: Home of Champions pada Kamis (04/06).
Setiap individu memiliki takaran kebutuhan cairan berbeda demi menjaga performa fisik optimal.
"Kalau saya memang minumnya banyak ya, minimal kalau bisa 3 liter sehari itu luar biasa," ujar Arthur.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya lebih memprioritaskan konsumsi air mineral biasa untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sehari-hari.
Faktor lain yang memengaruhi ketahanan fisik adalah kualitas proses pemulihan tubuh, terutama melalui pola tidur teratur.
Arthur menjelaskan bahwa tubuh memerlukan durasi istirahat yang memadai untuk mengembalikan energi setelah beraktivitas berat.
"Pastinya istirahat cukup, kita pola tidurnya harus bagus, makan yang sehat sesuai tubuh masing-masing, dan konsisten latihan," papar Arthur.
Waktu tidur berkualitas berperan penting dalam membantu tubuh beradaptasi dengan rutinitas latihan fisik baru.
>>> Timnas Indonesia U-19 Wajib Menang Lawan Vietnam demi Semifinal
Kesalahan umum pemula lainnya adalah langsung memaksakan diri melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.
Arthur menyarankan pemula untuk mengawali rutinitas dengan latihan kardio ringan seperti jogging sebelum mencoba jenis olahraga yang lebih berat.
"Mungkin mulai dari kardio tipis-tipis, kardionya mungkin bisa bermulai dengan lari jogging setengah jam dulu, habis itu lebih increase pacenya," kata Arthur.