Ponaryo Astaman, mantan gelandang Timnas Indonesia, mengenang masa-masa indahnya bersama Sriwijaya FC.
Ia menyebut klub tersebut sebagai tempat ia meraih gelar juara pertama dan satu-satunya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
>>> Menteri Keuangan Berburu Utang ke China dan Inggris
Pria kelahiran Balikpapan ini membagikan kisahnya di kanal YouTube Bola Bung Binder. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya dimulai dari hobi sederhana sejak kecil.
"Awalnya kan memang berangkat dari hobi. Jadi menjalaninya itu ya dengan rasa senang, excited," ujar Ponaryo.
Perjalanan Menuju Gelar Juara
Ponaryo mengaku sering berganti klub karena hasrat besar meraih trofi tertinggi. Keputusan itu membawanya ke Palembang untuk membela Sriwijaya FC.
"Ingin meraih achievement yang paling tinggi gitulah, juara. Itu alasan saya kenapa beberapa kali pindah klub sampai akhirnya merasakan juara pertama kali di Sriwijaya," katanya.
Bersama Laskar Wong Kito, ia mempersembahkan gelar Indonesia Super League 2011/2012, Piala Indonesia 2010, Indonesian Community Shield 2010, serta dua kali juara Indonesian Inter Island Cup pada 2010 dan 2012.
Keberhasilan itu ditopang oleh pemain berkualitas seperti Firman Utina, M. Ridwan, Mahyadi Panggabean, Lim Joon-sik, dan Keith Kayamba Gumbs.
"Kalau yang saya rasakan, asyik waktu itu memang. Karena pemain-pemain yang ada di situ sudah cukup lama kita tahu satu sama lain, terutama di timnas.
Jadi chemistry-nya itu memang sudah ada, di samping faktor individu skill-nya juga memang menunjang," tutur Ponaryo.
Menurutnya, kerja sama tim sudah mencapai tahap otomatisasi. Setiap pemain saling mengerti pergerakan tanpa perlu komunikasi lisan.
>>> Timnas Indonesia U-19 Wajib Kalahkan Vietnam untuk Lolos Semifinal Piala AFF
"Saya sebelum dapat bola saja saya sudah tahu mau ngapain. Ini pasti di sini ada Firman, sebelah sana pasti ada Ridwan.
