⌂ Beranda News Menteri Pertanian: Negara Eksportir Beras Marah Indonesia Setop Impor

Menteri Pertanian: Negara Eksportir Beras Marah Indonesia Setop Impor

Menteri Pertanian: Negara Eksportir Beras Marah Indonesia Setop Impor
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara tentang impor beras
A A Ukuran Teks16px

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan sejumlah negara eksportir beras marah akibat kebijakan Indonesia yang menghentikan impor beras.

Pernyataan itu disampaikan Amran dalam kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (6/6/2026).

>>> Sains Ungkap Alasan Munculnya Sensasi Kupu-Kupu di Perut Saat Jatuh Cinta

Menurut Amran, penghentian impor membuat beras tidak laku di pasar internasional dan memicu penurunan harga global.

Indonesia dinilai sebagai pangsa pasar besar karena memiliki populasi terbesar keempat di dunia.

"Seluruh negara pengekspor beras ke Indonesia itu marah. Kenapa marah?

Indonesia adalah pasarnya, kita penduduk terbesar nomor empat dunia," kata Amran.

Ia menambahkan, pihak yang tidak puas melancarkan serangan melalui media sosial. Keluhan juga datang dari pengusaha importir beras domestik yang kehilangan keuntungan.

"Sudah bangun puluhan tahun gudang, bangun puluhan kapal, infrastruktur, ada sumber daya manusia, tetapi langsung gudangnya kosong karena tidak impor," ujar Amran.

Pada 2024, Indonesia sempat mengimpor 7 juta ton beras dan harus mengantre untuk mendapat pasokan.

>>> 10 Cara Mengatasi Speaker HP Mati dengan Mudah dan Praktis

Tekanan untuk mengubah situasi muncul saat Amran kembali ditunjuk sebagai Menteri Pertanian di akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo, kemudian dilanjutkan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

"Tahu Nak, karena saya tertekan seperti tadi, bukan Anda saja saya tekan, saya tertekan vertigo, dua kali saya jatuh," kata Amran.

Kondisi fisiknya sempat menurun hingga harus dirawat di rumah sakit beberapa jam akibat stres mengejar target swasembada pangan.

"Untung tidak ada kamera. Di mal jatuh, kemudian pada saat di rumah aku langsung jatuh, 7 jam dirawat baru bisa bangun.

Kenapa? Stres," tambah Amran.

Upaya percepatan swasembada membuahkan hasil: tidak ada impor beras konsumsi sepanjang 2025.

Keberhasilan itu diumumkan Presiden Prabowo Subianto saat panen raya di Karawang, Jawa Barat, awal Januari 2026.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Tangga Multifungsi hingga Rp 1,8 Juta

"Ini (2024) antre beli beras. Jadi dia (importir) bahagia kalau kita kesulitan," ujar Amran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru