Proses pemugaran Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, mengungkap sejumlah temuan berharga.
Para pekerja menemukan kepingan emas berukuran sekitar 1 cm, dua arca kuno, dan satu wadah peripih.
>>> Kemensos Buka 8.180 Formasi PPPK Sekolah Rakyat 2026, Cek Syaratnya
Seluruh artefak telah diamankan oleh petugas berwenang untuk menjaga kelestariannya.
Keputusan pemindahan objek dari lokasi penggalian ke tempat penyimpanan yang lebih aman diambil oleh BPK Wilayah X.
Langkah ini dilakukan setelah pembersihan awal struktur selesai.
Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat, menjelaskan kronologi penemuan.
“Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca.
Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi),” kata Restu.
Logam mulia tersebut langsung dievakuasi ke kantor pusat pelestarian karena struktur pengaman di sekitar lokasi proyek dinilai belum memadai.
“Kemarin itu cuman selembaran itu kurang lebih 1 cm (emasnya). Sekarang dibawa ke kantor BPK Bugisan.
Karena kita tahu di sini kurang keamanannya, jadi kita bawa ke kantor,” ujar Restu.
Kotak peripih yang ditemukan dalam kondisi terpisah, mengindikasikan adanya kerusakan atau pencurian di masa lampau.
>>> Australia Naikkan Anggaran Pendidikan Bahasa Indonesia Rp145 Miliar
“Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu.
Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca),” kata Restu.
Proses rekonstruksi fisik Candi Losari masih berjalan dengan fokus pada penguatan struktur bawah tanah.
Petugas menerapkan teknik penambalan semen untuk membendung rembesan air agar bangunan tidak amblas.
“Jadi kita perbuat pakai semen untuk isiannya. Iya (antisipasi biar tidak ambles).
Kurang lebih sampai bulan Oktober. Sampai target 14 lapis.
Kemungkinan nanti ada di tahap kedua lagi (sampai berwujud candinya),” ujar Restu.
Akumulasi objek keagamaan yang ditemukan menegaskan identitas historis bangunan tersebut.
Perbedaan dimensi di antara patung-patung yang ditemukan tergolong sangat kecil.
>>> Pramono Anung Proyeksikan CFD Rasuna Said Jadi Landmark Baru Jakarta
“Itu sama semua (bentuk arcanya) cuman beda ukurannya beda tipis, paling 1 cm. Iya, peripih sama yang ada arca,” ujar Restu.