Seorang pemandu asal Nepal bernama Dawa Sherpa ditemukan selamat setelah dinyatakan hilang selama enam hari di Gunung Everest.
Pria berusia 57 tahun itu ditemukan saat merayap turun di dekat Khumbu Icefall pada Kamis (04/06).
>>> Turis China Kolaps saat Trekking di Pulau Padar, Kelelahan Ekstrem Jadi Penyebab
Dawa berhasil bertahan hidup di kondisi ekstrem dengan mengunyah es dan memakan sisa cokelat di sakunya setelah kehabisan persediaan oksigen.
Ia kemudian dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit HAMS, Kathmandu.
Saat ini kondisinya stabil di Unit Perawatan Intensif untuk penanganan dehidrasi berat, radang dingin, dan keretakan tulang.
Sebelum ditemukan, pihak keluarga di Kathmandu bahkan telah memulai ritual kematian karena mengira Dawa telah meninggal.
Kronologi Kejadian
Dawa menegaskan bahwa dirinya tidak tersesat, melainkan terpaksa bertahan di gunung akibat kehabisan oksigen.
"Saat oksigen habis, saya tidak bisa berjalan," jelasnya kepada BBC Nepali pada Jumat (05/06).
Ia tidak makan apa pun selama dua hari pertama, lalu mulai mengunyah es.
Dawa kemudian terjatuh ke dalam celah es selama dua setengah hari sebelum longsoran salju membantunya memanjat keluar dan menemukan tali penyelamat.
>>> Timnas U19 Indonesia Tantang Vietnam demi Tiket Semifinal ASEAN U19 Championship 2026
"Dengan menginjak salju, saya berdiri dan melihat ke atas. Rasanya saya bisa keluar dari sana," tutur Dawa.
Ia berjalan sepanjang malam hingga mendekati base camp, lalu bertemu dengan pendaki yang sedang mengumpulkan sampah dan membantunya turun.
Pendaki Chris Thrall yang sempat melihat Dawa beristirahat di atas Camp 3 pada ketinggian 7.500 meter mengaku tidak percaya dengan kabar penemuannya.
"Rasanya gila, satu menit saya menahan air mata bersama putrinya, lalu menit berikutnya melihat dia merangkak kembali ke perkemahan," kata Thrall.
Pihak agensi penyelamatan 8K Expeditions melalui direktur eksekutifnya, Pemba Sherpa, mengapresiasi daya juang Dawa. "Dawa berhasil bertahan hidup melawan segala rintangan.
Ini benar-benar seperti keajaiban," ujarnya.
Istri Dawa, Damu Sherpa, menyampaikan rasa syukur setelah sempat kehilangan harapan. "Saya tidak percaya bagaimana ia bisa kembali hidup.
Saya tidak percaya dengan mata saya," ungkapnya. Keluarga mendesak pemerintah Nepal untuk mengevaluasi sistem keselamatan pendakian.
>>> Kapolri Buka Peluang ASN Isi Jabatan Utama Non-Operasional Kepolisian
Musim pendakian tahun 2026 ini mencatat rekor tertinggi dengan lebih dari 1.000 pendaki, di mana lima orang dilaporkan meninggal dunia.