Penelitian terbaru mengungkap bahwa lobster dan hewan krustasea lainnya dapat merasakan sakit. Temuan ini mematahkan anggapan lama bahwa merebus mereka hidup-hidup adalah hal yang wajar.
Selain lobster, kepiting dan gurita juga peka terhadap rasa nyeri. Kepiting bahkan langsung meninggalkan cangkangnya saat merasakan sengatan listrik.
>>> Veda Ega Pratama Turun ke Peringkat Keenam Klasemen Moto3 2026
Gurita juga sangat sensitif terhadap ketidaknyamanan. Hewan ini cenderung menghindari tempat yang berpotensi menyakiti tubuhnya.
Temuan ini mendorong sejumlah negara memberlakukan aturan ketat.
Inggris telah melarang proses memasak lobster, kepiting, dan gurita dalam keadaan hidup melalui Undang-Undang Kesejahteraan Hewan sejak 2022.
Selandia Baru mewajibkan kepiting, udang karang, dan lobster batu dibuat tidak sadar sebelum dimasak atau dijual. California secara resmi melarang budidaya gurita karena dianggap menyiksa hewan tersebut.
Bukti Saraf Nosiseptor dan Efek Obat Pereda Nyeri
Saat merasakan nyeri, lobster mengibaskan ekornya sebagai respons alami untuk melarikan diri. Sinyal sakit dikirim oleh saraf nosiseptor ke otak, mirip sistem saraf manusia.
>>> Kementan Salurkan 38 Juta Bibit Kelapa dan Kakao Gratis ke Sultra
Studi dalam jurnal Scientific Reports pada 13 April 2026 menguji 105 lobster yang dibagi empat kelompok. Mereka diberi sengatan listrik 9,09 volt selama 10 detik.
Kelompok pertama tanpa obat pereda nyeri langsung menggerakkan ekor setelah disengat. Pada kelompok yang disuntik aspirin, hanya 3 dari 13 lobster yang menggerakkan ekornya.
Kelompok lain yang diberi lidokain dalam tangki air mencatat 7 dari 13 lobster menggerakkan ekor. Hasil ini membuktikan aliran listrik memicu nyeri, bukan sekadar kontraksi otot.
"Fakta bahwa obat penghilang rasa sakit untuk manusia juga bekerja pada lobster Norwegia menunjukkan kemiripan cara kerja kita," kata Lynne Sneddon, profesor zoofisiologi di Universitas Gothenburg, Swedia.
>>> Timnas U19 Indonesia Hadapi Vietnam Perebutkan Tiket Semifinal Piala AFF U19
"Itulah mengapa penting memperhatikan bagaimana kita memperlakukan krustasea, sama seperti ayam dan sapi."