⌂ Beranda News Serangan Udara Israel di Gaza dan Lebanon Tewaskan 12 Orang

Serangan Udara Israel di Gaza dan Lebanon Tewaskan 12 Orang

Serangan Udara Israel di Gaza dan Lebanon Tewaskan 12 Orang
Serangan udara Israel di Gaza dan Lebanon
A A Ukuran Teks16px

Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke Jalur Gaza dan Lebanon pada Sabtu (6/6/2026) hingga Minggu (7/6/2026).

Serangan ini mengakibatkan sedikitnya 12 orang tewas.

>>> Lestari Moerdijat: Cegah Korupsi Pendidikan dengan Integritas Sejak Dini

Di Gaza, operasi udara Israel menewaskan 10 warga sipil dan melukai belasan lainnya. Delapan korban tewas akibat serangan pesawat nirawak di kamp pengungsian Jawazat.

Dua korban lainnya dilaporkan tewas di Kota Gaza dan wilayah selatan.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa operasi tersebut menargetkan kelompok militan Hamas. "Kami menargetkan Hamas di sektor tersebut," kata tentara Israel, Sabtu (6/6).

Salah satu korban tewas dalam serangan presisi di Khan Yunis disebut sebagai komandan Hamas, Muhannad Othman Farwana. Namun, pihak keluarga menyatakan Farwana tewas pada hari pernikahannya.

"Seluruh keluarga sudah bersiap merayakan pernikahannya. Sekarang, kami justru menghadiri pemakamannya," ujar sepupu korban kepada AFP.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 951 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Sementara itu, militer Israel melaporkan kehilangan lima personel dalam periode yang sama.

>>> Dua Korban Kapal Berkah Kembar Selamat Setelah Berenang ke Daratan

Eskalasi juga terjadi di Lebanon Selatan. Serangan udara Israel menghantam kota Saksakiyeh dan menargetkan kendaraan militer di jalan Khardali-Nabatieh.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi dua orang tewas dan 22 luka-luka di Saksakiyeh. Tiga tentara Lebanon juga tewas.

Pimpinan militer Lebanon mengecam serangan yang mengenai kendaraan militer mereka di tengah gencatan senjata bersyarat.

"Sejumlah personel militer, termasuk seorang perwira, gugur dalam serangan biadab Israel," demikian pernyataan militer Lebanon di media sosial X.

Israel merespons dengan dalih bahwa kendaraan tersebut bergerak mencurigakan di zona pertempuran aktif yang telah dievakuasi.

Militer Israel mengklaim beroperasi melawan Hizbullah, bukan tentara Lebanon, dan sedang meninjau insiden tersebut.

>>> Intel Resmi Luncurkan Prosesor Xeon 6 Plus untuk Infrastruktur AI

Pertempuran di Lebanon terus terjadi meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku sejak 17 April lalu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru