Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti karakter bernama Prakasa Kitabuming dalam film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar.
Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri acara nonton bareng di Megaria, Jakarta, pada Minggu (7/6/2026).
>>> Timnas Indonesia U-19 Bersaing Ketat di Klasemen Runner-Up Terbaik Piala AFF U-19 2026
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Karakter Prakasa Kitabuming digambarkan sebagai seorang pengusaha asal Solo yang menjadi narapidana kasus korupsi.
Karakter ini juga dikisahkan terlibat dalam aktivitas penggundulan hutan.
"Joko Anwar dengan sangat cerdas menyampaikan bagaimana ada pengusaha yang sangat tamak sehingga ketika dia ditangkap di penjara pun karena kasus korupsi, maka pengusaha yang namanya Prakarsa Kitabuming ini kemudian masih menikmati kemewahan yang luar biasa," kata Hasto.
"Kritik sosialnya, dia berasal dari Solo. Nomor registrasinya 21061961, ini sangat simbolik.
Maka ini film yang mencerdaskan," ujarnya.
>>> Estevao Dipastikan Absen Bela Brasil di Piala Dunia 2026 karena Cedera
Hasto menilai sinema tersebut sarat akan kritik sosial yang berharga bagi masyarakat.
Atas dasar hal tersebut, ia menginstruksikan para kader PDI Perjuangan untuk menyaksikan karya layar lebar ini.
"Nah Joko Anwar mengingatkan hal itu dan menurut saya ini sangat luar biasa teman-teman wartawan bisa melihat berbagai pesan-pesan dari namanya, dari asalnya, dari nomor registrasi tahanannya, itu bisa melihat bagaimana Indonesia tidak boleh terjadi sebagaimana yang ditunjukkan di dalam film Ghost in the Cell tersebut," ucap Hasto.
Menurut penuturan Hasto, muatan cerita dalam tayangan ini merefleksikan nilai-nilai perjuangan Presiden ke-1 RI, Soekarno.
Perjuangan tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap bentuk-bentuk baru kapitalisme serta imperialisme.
>>> Serangan Udara Israel di Gaza dan Lebanon Tewaskan 12 Orang
"Maka ini menggugah kita agar Bulan Bung Karno menyadarkan kita semuanya untuk setia pada nilai-nilai moral, setia pada idealisme, setia pada etika di dalam kehidupan bersama karena kita mencita-citakan sesuatu yang besar," imbuh Hasto.