PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalokasikan dana sebesar Rp 4 triliun untuk program pembelian kembali saham atau buyback.
Dana tersebut berasal dari kas internal perusahaan.
>>> Polres Sragen Selidiki Pembunuhan Bocah Perempuan 11 Tahun
Rencana buyback ini akan berlangsung selama satu tahun, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham terlebih dahulu.
Persetujuan Pemegang Saham
Pengesahan program buyback akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin, 8 Juni 2026. Manajemen memastikan tidak akan menggunakan dana eksternal untuk aksi korporasi ini.
Manajemen TLKM menyatakan perkiraan biaya pembelian kembali saham maksimal Rp 4 triliun, termasuk biaya transaksi, komisi, dan biaya lainnya.
Kondisi keuangan perusahaan dinilai cukup untuk mendanai program tersebut.
Melalui buyback, perseroan memastikan jumlah saham beredar di publik tetap mematuhi aturan pasar modal, dengan batas minimal 15 persen dari total saham tercatat.
>>> Pemerintah Evaluasi Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pelaku Usaha Kecil
Langkah ini bertujuan memperkuat kepercayaan investor pada prospek jangka panjang.
Aksi korporasi ini diproyeksikan tidak berdampak negatif material terhadap operasional atau pendapatan.
Namun, penggunaan kas internal akan menurunkan total aset dari Rp 287,759 triliun menjadi Rp 282,280 triliun, dan ekuitas dari Rp 150,537 triliun menjadi Rp 145,058 triliun.
Meski aset dan ekuitas menurun, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap Rp 17,814 triliun.
>>> Kemensos Buka 8.180 Formasi PPPK Sekolah Rakyat 2026, Ini Syaratnya
Kondisi ini berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS) perseroan.