Pemerintah Iran melayangkan protes keras kepada Amerika Serikat terkait penolakan visa bagi sejumlah anggota delegasi Tim Nasional Iran menjelang Piala Dunia 2026.
Laporan media Iran yang mengutip BBC pada Senin (8/6/2026) menyebutkan sedikitnya 15 pejabat federasi sepak bola tidak mendapatkan izin masuk ke AS.
>>> DPRD DKI Jakarta Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Pulau Sampah
Mereka yang ditolak termasuk ketua federasi dan direktur media.
Melalui Kedutaan Besar di Turki, Iran menyatakan bahwa AS menolak visa bagi sebagian besar staf manajerial, eksekutif, dan beberapa penasihat teknis.
Iran juga mempermasalahkan regulasi yang mewajibkan skuad mereka masuk dan keluar AS pada hari yang sama dengan jadwal pertandingan.
Dalam pernyataan resmi, pemerintah Iran menuduh pengumuman otoritas AS sebagai upaya menutupi fakta di lapangan.
"Kini Anda telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional sepak bola Iran ke tingkat yang paling tinggi," demikian pernyataan tersebut.
>>> Timnas U19 Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF U19 2026 Usai Tekuk Vietnam
Iran kemudian meminta FIFA untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) memberikan tanggapan terpisah.
"Kami teguh dalam komitmen untuk menjaga keselamatan dan keamanan rakyat Amerika Serikat serta para pengunjung Piala Dunia FIFA 2026," kata DHS.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa delegasi Iran tidak boleh menyertakan individu yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
>>> Polisi Jepang Tangkap WNI Terkait Penusukan di Hokkaido
Tim nasional Iran dijadwalkan memainkan pertandingan perdana Piala Dunia 2026 di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.