Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Peringatan ini menyusul gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada Senin, 8 Juni 2026.
>>> Pedro Acosta Finis Kedua di MotoGP Hongaria 2026
Gempa bumi tersebut terdeteksi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. BMKG mengategorikan ancaman tsunami ini ke dalam dua status, yakni Siaga dan Waspada.
Subduksi lempeng aktif menjadi faktor utama pemicu guncangan besar di wilayah tersebut.
Sifat gempa dangkal ini dikonfirmasi langsung oleh otoritas terkait yang terus memantau pergerakan muka air laut pascagempa.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Serangan Baru Israel ke Lebanon
Hal itu disampaikannya pada Senin (8/6/2026).
Wilayah Terdampak Peringatan Tsunami
Sejumlah daerah di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah ditetapkan masuk dalam status Siaga. Estimasi waktu kedatangan gelombang di wilayah ini bervariasi.
Wilayah status Siaga meliputi Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan, Bolaangmongondow, Gorontalo, Buol, dan Toli-toli.
Sementara itu, status Waspada ditetapkan untuk Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala, Kota Ternate, Kutai Timur, Kota Tidore, Bulungan, dan Nunukan.
>>> Puspresnas Rilis Tata Tertib OSN-K 2026, Peserta Wajib Taat
Hingga pukul 07.00 WIB, aktivitas tektonik susulan masih terpantau. Satu gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,7.
