Pedro Acosta finis di posisi kedua pada balapan utama MotoGP Hongaria, Minggu (7/6/2026). Pebalap Red Bull KTM Factory Racing itu hanya kalah dari Marc Marquez.
Hasil ini membuat pebalap asal Spanyol tersebut kembali menunda target kemenangan perdananya di kelas utama. Sejak debut di MotoGP pada 2024, Acosta telah mengoleksi 13 podium.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Serangan Baru Israel ke Lebanon
Strategi Ban Kurang Tepat
Acosta mengaku puas dengan peningkatan performa motor KTM RC16-nya. Ia menilai persaingan di sirkuit lebih kompetitif dibandingkan sesi sprint sehari sebelumnya.
"Cukup senang dengan hasilnya, hari ini lebih kompetitif dibandingkan saat Sprint," ujar Acosta. Meski sempat memimpin di awal balapan, ia mengakui ada kekeliruan dalam strategi ban.
"Senang dengan performanya, kita sedikit miss untuk maintain the pace dengan Marc. Tapi memang benar, strategi dengan ban agak kurang tepat," kata Acosta.
Ia memilih ban belakang tipe soft berdasarkan data latihan Jumat karena kurang cocok dengan kompon medium. Langkah spekulatif itu diambil untuk mendapatkan rasa berkendara terbaik di awal balapan.
"Saya senang dengan pilihan ban saya (soft). Saat awal saya bisa buat gap yang bagus dengan Marc.
>>> Puspresnas Rilis Tata Tertib OSN-K 2026, Peserta Wajib Taat
Tapi akhirnya mulai hilang kestabilan, tapi ya tetap senang," ucap Acosta.
Penurunan performa ban belakang pada pertengahan balapan dimanfaatkan Marquez untuk mengambil alih posisi terdepan. Acosta tidak mampu mengejar setelah tersalip.
"Saat dia menyalip saya, dia langsung kabur. Memang banyak salip-menyalip yang bagus, pengalaman yang sangat berharga untuk saya," tutur Acosta.
Juara dunia Moto2 2023 itu tidak ingin larut dalam kekecewaan. Ia langsung fokus mempersiapkan diri untuk seri berikutnya di Brno.
"Tapi kami senang bisa menunjukkan tontonan yang luar biasa untuk fans. Banyak aksi salip-menyalip yang seru, semua bisa lihat kalau saya tidak akan menyerah.
>>> Satgas PASTI Tangkap Ketua Koperasi BLN Terkait Dana Ilegal
Kita akan coba lagi di Brno," kata Acosta.