⌂ Beranda News Likuiditas Perbankan Mulai Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah

Likuiditas Perbankan Mulai Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah

Likuiditas Perbankan Mulai Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah
Ilustrasi tekanan likuiditas perbankan akibat penyusutan simpanan rupiah
A A Ukuran Teks16px

Namun, tekanan itu masih dapat dikelola selama penurunan simpanan bersifat sementara dan rasio likuiditas industri tetap memadai.

Menurut Rizal, dampak terhadap fungsi intermediasi perbankan dapat melebar jika tren penurunan simpanan rupiah berlangsung dalam jangka panjang.

"Kenaikan CoF akan menekan margin bunga bersih (NIM), sehingga ruang bank untuk menyalurkan kredit dengan bunga yang kompetitif menjadi semakin terbatas.

Akibatnya, pertumbuhan kredit berpotensi melambat dan profitabilitas bank ikut tertekan," katanya.

Rizal menilai bank perlu mengubah strategi untuk menjaga pertumbuhan dana murah.

Bank tidak cukup hanya bersaing pada tingkat bunga, tetapi juga memperkuat ekosistem layanan transaksi yang memberi nilai tambah bagi nasabah.

"Penguatan digital banking, integrasi layanan pembayaran, payroll, cash management, transaksi UMKM, hingga program loyalitas menjadi kunci untuk mempertahankan dana mengendap di rekening," jelasnya.

Dampak pada Cost of Fund dan Kredit

Chief Economist BTN Myrdal Gunarto juga melihat adanya pergeseran dana masyarakat dari DPK tradisional ke instrumen moneter dan pasar modal yang menawarkan yield lebih tinggi.

>>> Undip Buka Pendaftaran Ujian Mandiri Sarjana UTBK 2026

Menurut Myrdal, penerbitan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan SBN ritel ikut menyedot likuiditas rupiah dari sistem perbankan.

Selain itu, sebagian dana masyarakat dikonversi ke valas untuk kebutuhan hedging kewajiban luar negeri korporasi, pembayaran dividen investor asing, maupun antisipasi volatilitas nilai tukar.

Myrdal menilai penurunan DPK rupiah secara langsung mulai memberi tekanan terhadap likuiditas dan cost of fund perbankan.

Ketika DPK menyusut, loan to deposit ratio (LDR) perbankan otomatis meningkat sehingga ruang likuiditas menjadi lebih sempit.

"Bank-bank, terutama di kelompok menengah ke bawah, akan cenderung merilis special rate deposito demi menahan deposan besar atau institusi.

Peralihan dari dana murah ke dana mahal ini akan langsung mendongkrak cost of fund," ujar Myrdal.

Menurut Myrdal, bank akan lebih selektif menyalurkan kredit baru jika tren outflow rupiah terus berlangsung tanpa pelonggaran likuiditas.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru