⌂ Beranda News IHSG Anjlok ke Level 5.371 akibat Tekanan Sentimen Global

IHSG Anjlok ke Level 5.371 akibat Tekanan Sentimen Global

IHSG Anjlok ke Level 5.371 akibat Tekanan Sentimen Global
Grafik IHSG anjlok
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam hingga 3,99 persen ke level 5.371,78 pada perdagangan Senin (8/6/2026) pukul 09.15 WIB.

Penurunan ini dipicu oleh akumulasi sentimen negatif dari ketidakpastian kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

>>> Pemkot Surabaya Perketat Validasi Domisili Cegah Manipulasi Alamat SPMB

Data menunjukkan indeks domestik langsung dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31 sebelum merosot lebih dalam.

Kondisi ini melanjutkan tren negatif dari akhir pekan sebelumnya saat IHSG ditutup anjlok 4,20 persen ke level 5.595 dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp3,7 triliun.

Analis Sarankan Wait and See

Menyikapi fluktuasi yang tinggi, analis menyarankan pelaku pasar untuk menahan diri dari tindakan agresif di lantai bursa.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan pihaknya masih menyarankan wait and see sebelum mengambil posisi beli atau average down.

Liza menjelaskan fokus pasar global telah bergeser dari ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi risiko pengetatan moneter tambahan oleh bank sentral AS.

Angka Nonfarm Payrolls AS bulan Mei yang mencapai 172.000 pekerjaan memicu kekhawatiran inflasi akan bertahan lebih lama.

Hal itu membuat Chairman The Fed Kevin Warsh berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini.

>>> Disdik Jabar Umumkan Hasil Seleksi Sekolah Maung 2026, Orang Tua Keluhkan Jadwal Berimpit

Dinamika politik internasional di Selat Hormuz pascaserangan rudal Iran ke pangkalan udara Israel juga akan mempengaruhi pasar pekan ini.

Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga.

Peluang Jangka Pendek di Tengah Koreksi

Di tengah tren koreksi bearish yang kuat, riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia melihat adanya peluang perdagangan jangka pendek karena sejumlah saham mulai memasuki area jenuh jual.

Beberapa saham yang direkomendasikan dengan strategi beli saat melemah antara lain PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Bukalapak.

com Tbk (BUKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Secara teknikal, pergerakan IHSG diprediksi masih dalam tekanan berat dengan rentang support 5.381 dan resistance 5.733.

>>> Gempa Filipina M 7,7 Picu Kepanikan Siswa di Gorontalo

Sebagai langkah antisipasi domestik, Bank Indonesia bersama pemerintah berfokus meningkatkan daya tarik aset keuangan dalam negeri melalui instrumen SBN dan SRBI guna menahan keluarnya dana asing.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru