Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026.
Guncangan ini memicu gelombang tsunami di sejumlah pesisir Indonesia dan menyebabkan satu orang tewas di Filipina.
>>> Borneo FC Samarinda Resmi Berpisah dengan Pelatih Fabio Lefundes
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Kenaikan muka air laut terdeteksi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan ketinggian tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengan.
Di Filipina, gempa meruntuhkan sejumlah bangunan dan rumah warga. Polisi Kota General Santos mengonfirmasi adanya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Operasi penyelamatan masih berlangsung.
"Banyak bangunan yang terkena dampak, tetapi saya tidak dapat menyebutkannya sekarang karena kami sedang sibuk dengan operasi penyelamatan yang sedang berlangsung," kata Sersan Mayor Robert Dagon, anggota kepolisian setempat.
>>> Persija Jakarta Incar Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Reruntuhan bangunan menjadi penyebab utama korban meninggal dan luka-luka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga di pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Pemerintah daerah diminta mengarahkan penduduk ke tempat evakuasi yang lebih tinggi.
"Secara sadar dan teratur melakukan langkah antisipasi mandiri dengan bergerak menjauhi area pantai menuju titik kumpul aman sesuai dengan tingkat ancaman di wilayahnya," ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Pusdalops BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kota Manado melaporkan getaran gempa dirasakan lemah selama 2-3 detik. Tim gabungan BPBD terus memantau dampak pasca-gempa dan kondisi pesisir.
>>> Mengenal Ikan Gabus Raksasa, Predator Tangguh yang Bisa Bertahan di Darat
Data Pengamatan Muka Air Laut BMKG
Koordinasi lintas instansi antara BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus diperketat untuk mengamankan warga di sekitar pantai.