⌂ Beranda › News › BMKG: Sesar Kendeng Berpotensi Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Diminta Tenang
News

BMKG: Sesar Kendeng Berpotensi Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Diminta Tenang

Ilustrasi peta Sesar Kendeng di Pulau Jawa
Ilustrasi peringatan dini tsunami
A A Ukuran Teks16px

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Sesar Kendeng di Pulau Jawa berpotensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 7.

Pernyataan ini menyusul informasi yang viral di media sosial.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, membenarkan potensi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Sesar Kendeng kini telah digabung dengan Sesar Baribisa dan Sesar Semarang menjadi Java Back-arc Thrust dalam Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2024.

"Magnitudo tertarget dalam Pusgen 2024 yang dimungkinkan terjadi sebagai skenario terburuk dari tiap segmen sesar aktif di segmen tersebut bervariasi magnitudo enam sampai tujuh," kata Ricko.

Masyarakat Diminta Tidak Panik

Ricko mengimbau masyarakat untuk merespons informasi ini secara bijak.

"Namun kita jangan menjadi panik dengan angka-angka tersebut, tapi marilah kita meningkatkan kapasitas kita dengan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi," ujarnya.

BMKG juga mengingatkan bahwa gempa bumi belum bisa diprediksi secara presisi.

"Karena sekali lagi hingga kini gempa belum bisa diprediksi secara tepat kapan, di mana, dan berapa magnitudonya kalau gempa bumi tersebut belum terjadi," tambah Ricko.

Secara geografis, Sesar Kendeng membentang sepanjang kurang lebih 300 kilometer di bagian utara Pulau Jawa. Jalur ini melintasi dari selatan Semarang, Jawa Tengah, hingga ke wilayah Jawa Timur.

Struktur sesar ini terbagi menjadi enam segmen utama, yaitu Segmen Demak, Purwodadi, Cepu, Blumbang di Lamongan, Surabaya yang melewati jantung Kota Surabaya, serta Segmen Waru di Sidoarjo.

Seluruh segmen berada di bawah kawasan perkotaan dan kabupaten padat penduduk.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru