Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga peringatan dini tsunami untuk delapan kabupaten dan kota di Sulawesi Utara pada Senin (8/6).
Langkah antisipasi ini diambil sebagai dampak dari guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina.
>>> Timnas U19 Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF Usai Tekuk Vietnam
Wilayah Siaga dan Imbauan Evakuasi
Pemerintah daerah dan instansi terkait diimbau untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi.
Wilayah yang masuk dalam kategori siaga meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara, Kabupaten Minahasa bagian utara, Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara, Kota Bitung, dan Kabupaten Bolaang Mongondow bagian utara.
Masyarakat diminta untuk waspada dan mengikuti arahan keselamatan dari pihak berwenang di daerah setempat.
"Kami berharap warga tetap mematuhi rekomendasi dari pemerintah daerah, khususnya badan penanggulangan bencana daerah," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Maritim Bitung Ricky Daniel Aror.
>>> Prabowo Dorong Penambahan Kapasitas Sekolah Rakyat di Bali
Status Waspada dan Detail Gempa
Selain wilayah siaga, BMKG juga menetapkan status waspada untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara.
Menurut data BMKG, gempa di Pantai Selatan Mindanao tersebut terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB.
Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran parameter BMKG, pusat gempa bumi berada di laut pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT.
>>> Review MacBook Neo: Laptop Termurah Apple dengan Performa Memukau
Lokasi tersebut berjarak sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 47 kilometer.