⌂ Beranda News Bengkel DyVolt EV Shop Bekasi Jelaskan Ketentuan Servis Baterai Motor Listrik

Bengkel DyVolt EV Shop Bekasi Jelaskan Ketentuan Servis Baterai Motor Listrik

Bengkel DyVolt EV Shop Bekasi Jelaskan Ketentuan Servis Baterai Motor Listrik
Motor listrik dengan baterai litium
A A Ukuran Teks16px

Pemilik Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengungkapkan bahwa tindakan servis tidak bisa diterapkan pada semua kondisi baterai kendaraan listrik.

"Tidak semua baterai bisa diservis.

>>> Silvio Baldini Bawa Italia Kalahkan Yunani 1-0 di Laga Uji Coba

Jadi harus dicek dulu apakah baterainya masih layak digunakan kembali atau memang masa pakainya sudah habis," kata Adi.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap tingkat kesehatan baterai menjadi penentu keputusan untuk melakukan perbaikan atau penggantian komponen penyimpan daya.

Kondisi penurunan daya kerap dikeluhkan pengguna kendaraan listrik, terutama untuk unit yang masa pakainya sudah lama.

Perbedaan Baterai SLA dan Lithium

Menurut Adi, proses identifikasi kerusakan antara tipe baterai Sealed Lead Acid (SLA) atau aki kering memiliki perbedaan mendasar dengan jenis baterai lithium.

Indikator kelayakan baterai SLA dapat dipantau langsung melalui perubahan fisik bodi komponen yang tampak menggelembung.

"Kalau di aki SLA, kalau akinya sudah kembung, kami selalu rekomendasi untuk dilakukan penggantian," ujar Adi.

Berbeda dengan aki kering, diagnosis untuk baterai lithium memerlukan alat khusus guna memeriksa parameter teknis seperti State of Health (SOH), State of Charge (SOC), usia, hingga jumlah siklus pengisian daya (cycle).

Tingginya angka siklus pengisian daya menjadi indikator utama susutnya performa sel baterai lithium akibat durasi pemakaian yang berulang.

"Kalau cycle-nya masih rendah, biasanya kami masih berani melakukan perbaikan. Tapi kalau cycle-nya sudah sangat tinggi, kami biasanya merekomendasikan penggantian," jelas Adi.

>>> Pelemahan Rupiah ke Rp18.000 Mulai Ancam Sektor Manufaktur Nasional

Risiko kerusakan berantai pada sel lain berpotensi muncul jika pemaksaan perbaikan tetap dilakukan pada baterai lithium yang memiliki catatan siklus pengisian daya tinggi.

Penurunan performa sel lain yang berusia sama umumnya akan menyusul dalam waktu singkat setelah perbaikan satu sel selesai dilakukan.

"Karena pada saat diperbaiki, kalau cycle-nya sudah tinggi biasanya tidak lama yang lain ikut rusak atau mati," kata Adi.

Kendati demikian, pihak bengkel menyatakan bahwa pengerjaan perbaikan tidak selalu mewajibkan penggantian satu paket baterai secara utuh.

Komponen aki SLA yang tersusun atas beberapa bagian sel masih dimungkinkan untuk diganti secara eceran pada sel yang mengalami kerusakan saja.

"Kalau yang rusak cuma satu atau dua, biasanya kami ganti satu atau dua sel saja. Yang lainnya masih dipakai," ujar Adi.

Sistem penggantian sebagian sel ini juga dapat diimplementasikan pada jenis baterai lithium yang memiliki susunan sel individual banyak.

"Di baterai lithium juga sama. Kami cek dulu, kalau memang masih layak dilakukan penggantian sebagian, kami lakukan penggantian sebagian.

>>> BMKG Tetapkan Status Siaga Tsunami di Delapan Wilayah Sulawesi Utara

Tapi kalau sudah tidak layak, maka kami lakukan penggantian semuanya," pungkas Adi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru