⌂ Beranda News Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok 8 Persen, Circuit Breaker Diaktifkan

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok 8 Persen, Circuit Breaker Diaktifkan

Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok 8 Persen, Circuit Breaker Diaktifkan
Grafik indeks KOSPI yang anjlok
A A Ukuran Teks16px

Indeks saham Korea Selatan, KOSPI, anjlok lebih dari 8 persen pada awal perdagangan Senin (8/6/2026) hingga memicu aktivasi mekanisme circuit breaker.

Perdagangan dihentikan sementara selama 20 menit.

>>> Ekspansi EMMO di Papua Dipertanyakan, Jakarta Belum Beroperasi

Otoritas Korea Exchange mengaktifkan penghentian tersebut hanya tiga menit setelah pasar dibuka. Aksi jual massal saham teknologi menjadi penyebab utama.

Hingga pukul 09.30 waktu setempat, indeks KOSPI merosot sebesar 683,13 poin atau 8,37 persen ke level 7.477,46.

Sebelumnya, indeks sempat jatuh hampir 9 persen.

Penurunan tajam juga melanda pasar KOSDAQ yang padat saham teknologi. Bursa mengaktifkan mekanisme sell-side sidecar untuk meredam gejolak.

Kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi dan potensi suku bunga AS yang bertahan tinggi menjadi pemicu utama.

Data ketenagakerjaan AS pekan lalu yang lebih kuat dari ekspektasi memperkuat sentimen negatif.

Prospek kurang menggembirakan dari produsen chip Broadcom turut memicu kecemasan. Reli saham kecerdasan buatan (AI) selama ini dinilai bergerak terlalu cepat.

Di bursa Seoul, saham Samsung Electronics melemah 8,51 persen dan SK Hynix turun 7,29 persen.

SK Square anjlok 9,78 persen serta LG Electronics jatuh 12,54 persen.

Saham unggulan lain seperti Hyundai Motor melemah 9,71 persen.

>>> Kalah dari Indonesia, Vietnam Tunggu Nasib di Piala AFF U-19

SK Group turun 10,72 persen, Samsung SDI berkurang 10,21 persen, Samsung Life Insurance terkoreksi 12 persen, dan Doosan Enerbility turun 8,37 persen.

Analis menilai penurunan ini sebagai langkah penyesuaian posisi portofolio investor.

"Pergerakan ini lebih terlihat sebagai pelepasan posisi dan momentum daripada penilaian ulang terhadap kisah pertumbuhan AI dalam jangka panjang," kata Marc Velan, Head of Investments Lucerne Asset Management.

Sentimen negatif menyebar ke bursa Asia lainnya. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok hampir 4 persen dan indeks utama Taiwan melemah 3,9 persen.

Koreksi regional mengikuti pelemahan di Wall Street pada Jumat (5/6/2026).

Indeks Nasdaq jatuh 4,18 persen, Dow Jones turun 1,35 persen, dan S&P 500 melemah 2,64 persen.

Penurunan di AS dipimpin saham produsen chip. Nvidia merosot 6,2 persen, Broadcom 7,92 persen, dan Micron Technology anjlok 13,25 persen.

Ketidakpastian pasar meningkat seiring konflik geopolitik Iran dan Israel.

Harga minyak Brent melonjak sekitar 3,5 persen menjadi 96,45 dollar AS per barrel setelah Israel melancarkan serangan ke sasaran militer di Iran.

Aksi militer tersebut merupakan balasan atas rudal Iran ke target Israel.

>>> Harga City Car Toyota Agya GR hingga Suzuki S-Presso Juni 2026 Stabil

Lonjakan harga minyak memperparah kecemasan pasar terhadap risiko inflasi global yang berpotensi menyulitkan bank sentral menurunkan suku bunga.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru