⌂ Beranda News Masayoshi Son: Kecerdasan Super AI Hadir dalam Dua Tahun

Masayoshi Son: Kecerdasan Super AI Hadir dalam Dua Tahun

Masayoshi Son: Kecerdasan Super AI Hadir dalam Dua Tahun
Ilustrasi kecerdasan super buatan
A A Ukuran Teks16px

CEO SoftBank Masayoshi Son memperbarui prediksinya mengenai kehadiran kecerdasan super buatan (Artificial Superintelligence/ASI). Ia kini meyakini era tersebut akan tiba dalam dua tahun ke depan.

Son menyebut model AI masa depan, seperti yang dikembangkan OpenAI, kini dirancang oleh model AI lainnya.

>>> FAO Catat Harga Beras Global Mulai Menguat Dipicu Biaya Produksi

Fenomena ini menjadi indikasi bahwa kecerdasan buatan mulai melampaui kemampuan berpikir manusia secara eksponensial.

Sebagai pimpinan salah satu investor terbesar OpenAI, Son mengaku telah mendiskusikan perkembangan ini langsung dengan CEO OpenAI Sam Altman dan para insinyur perusahaan.

"Hal itu juga akan terjadi pada semua model besar lainnya," ujar Son.

Menurut Son, sistem perancangan mandiri oleh AI muncul karena kemampuan berpikir para ahli manusia sudah tidak memadai.

"Begitu hal tersebut terjadi, model AI akan menciptakan model AI berikutnya dan model tersebut akan menjadi jauh lebih cerdas secara eksponensial dibandingkan kita semua.

Itulah yang disebut kecerdasan super," jelasnya.

>>> Polisi Selidiki Dugaan Tabrak Lari Tokoh Pramuka di Tangerang

Pernyataan ini merevisi proyeksi Son pada 2024 yang sempat memperkirakan kehadiran teknologi berdaya 10.000 kali lipat otak manusia dalam 10 tahun.

"Di benak saya, saya sebenarnya berpikir itu akan terjadi dalam empat tahun, bukan 10 tahun.

Kini, saya berani mengatakan era tersebut akan tiba dalam dua tahun ke depan," ungkap Son.

Son juga mengungkapkan bahwa ia menggunakan ChatGPT pribadi selama dua hingga tiga jam setiap hari. Ia terkesan dengan keunggulan bot tersebut di hampir seluruh topik bahasan.

Pengembangan internal OpenAI sendiri sudah memanfaatkan bantuan AI sejak Februari lalu melalui model GPT-5.3-Codex. Model ini berperan aktif dalam membangun pembaruan sistemnya sendiri.

Sementara itu, perusahaan kompetitor Anthropic mendeteksi risiko kehilangan kendali manusia.

>>> Pemerintah Salurkan Subsidi Energi Rp 203 Triliun hingga Mei 2026

Risiko ini muncul apabila sistem otonom penuh seperti model Claude terus ditingkatkan secara masif tanpa kontrol ketat antar-laboratorium AI.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru