Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk menghentikan perekrutan tenaga honorer baru.
Langkah ini diambil untuk menekan postur anggaran daerah yang mayoritas telah melampaui batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen.
>>> Polda Jateng Luncurkan Operasi Patuh Candi 2026 untuk Tingkatkan Kepatuhan Lalu Lintas
Instruksi tersebut disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembatasan ini penting karena banyak pemerintah daerah tercatat telah melampaui batas belanja pegawai yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
"Jadi tadi saya sudah sampaikan ini yang berapa daerah yang di atas berapa ini yang di bawah, artinya dominan sudah di atas 30%.
Kemudian apa eh langkah-langkah yang harus kita lakukan?
Kalau kami melihat kita melihat porsi pendapatan dan belanja, maka harus ada upaya di tingkat belanja pada level pada postur belanja dan ada upaya pada postur pendapatan," ujar Tito.
Penghentian perekrutan pegawai baru dinilai menjadi opsi utama bagi pemerintah daerah dalam melakukan efisiensi anggaran belanja pegawai.
Tito menegaskan bahwa kebijakan moratorium untuk tenaga honorer sebenarnya sudah diberlakukan secara resmi.
"In belanja, di postur belanja, ya opsinya nomor satu adalah eh mengurangi pegawai atau menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer.
Honorer sudah dimoratorium. Ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah ya.
Harus tegas tidak ada tenaga honorer baru," tegasnya.
Meskipun demikian, pengecualian tetap diberikan bagi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau honorer yang memiliki keahlian spesifik.
Tito mengkritik penumpukan yang kerap terjadi pada sektor tenaga administrasi yang dinilai kurang kompeten dan seringkali menjadi beban.
>>> Iperindo Naikkan Tarif Reparasi Kapal 20% Akibat Lonjakan Harga Bahan Baku
"Karena ini tenaga, apa namanya itu, P3K dan lain-lain, kalau tenaga yang skill seperti guru dan di bidang kesehatan ya itu masih bermanfaat, masih oke, ya, di masa lalu.